Jokowi Bagi-bagi Rp 2,4 Juta Untuk Tiap Pelaku Usaha, Berikut Caranya..

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Bantuan Langsung Tunai (BLT) diberikan kepada setiap pelaku usaha. Program ini diberikan kepada sebanyak Dua Belas Juta (12.000.000) orang pelaku usaha se tanah air.

Hal ini disampaikan oleh sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan, yang menyatakan penyaluran bantuan senilai Rp 2,4 juta per pelaku usaha mikro, dan sudah dicairkan kepada 742.422 pengusaha mikro sejak 17 Agustus 2020 yang lalu.

Ia menyebutkan bantuan tahap pertama tersebut telah digulirkan dan sudah berada di rekening mereka masing-masing pada Senin lalu sebelum resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin, 23 Agustus 2020.

“Iya, sudah ada 742.422 pengusaha mikro yang dapat, tapi semuanya akan serentak diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Senin depan, 24 Agustus 2020.

Tapi untuk tahap awal 742.422 pelaku usaha ini dananya sudah cair dan dananya pun sudah berada di rekening mereka masing-masing,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Menurut dia, peluncuran tersebut akan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB di Istana Kepresidenan yang juga akan menghadirkan 742.422 pelaku mikro, baik secara langsung maupun secara virtual.

Pada saat peluncuran tersebut, dana sebanyak Rp 2,4 juta, juga akan dibagikan langsung secara keseluruhan kepada 12 juta pelaku usaha mikro.

“Peluncuran nanti akan dihadirkan oleh 742.422 pelaku usaha mikro secara langsung maupun virtual di Istana Kepresidenan.

Dana tersebut pun akan dibagikan secara keseluruhan untuk 12 juta pelaku usaha mikro,” jelasnya.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyebutkan syarat-syarat UMKM mendapatkan bantuan tersebut.

Syaratnya adalah para pelaku usaha mikro yang sedang tidak menerima kredit modal kerja dari perbankan (unbakable), pelaku usaha merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK), mempunyai usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN), bukan anggota TNI/Polri dan bukan pegawai BUMN/BUMD.

Baca Juga :  Pelatihan Keuangan UMKM Di Tenayan Raya

Dia juga meminta kepada seluruh masyarakat agar bisa memanfaatkan bantuan ini dengan mendaftarkan dirinya ke dinas koperasi yang berada di domisilinya.

“Jadi kami ingin mengajak kepada pelaku usaha mikro yang belum mendapatkan pembiayaan modal kerja dan investasi dari perbankan untuk ikut aktif mendaftarkan diri melalui dinas koperasi terdekat,” jelas Teten. *

Untuk propinsi Riau misalnya, Dinas Koperasi meminta kepada pelaku usaha untuk melakukan registrasi awal usaha mikronya sebagai menitoring data usaha kecil di situs https://mataumkm.riau.go.id.

Tiap propinsi tentu mempunyai prosedur masing-masing, hubungi dinas Koperasi setempat.

 

Saduran dari Kompas.com

__Posted on
19/08/2020
__Categories
Nasional

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds