Saksi Bisu Sejarah Kepahlawanan Bangsa Indonesia

Saksi Bisu Sejarah Kepahlawanan Bangsa Indonesia

Saksi Bisu Sejarah Kepahlawanan Bangsa Indonesia

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA-Momen peringatan hari pahlawan yang jatuh pada, Sabtu (10/11/2018) merupakan jejak sejarah sangat sulit dipisahkan dengan memorial mencekam nan kelam pada zamannya, dimasa sekarang mungkin generasi muda hanya bisa merasakan melalui narasi yang tertera dalam berbagai sumber buku maupun kisah. Namun narasi yang ada tersebut harus dideskripsikan melalui bentuk nayata supaya sempurna dirasakan oleh indera manusia.

Mengunjungi Museum bersejarah di Jakarta, terkadang sangat jarang dilakukan. Padahal di Jakarta sendiri sudah banyak berdiri bangunan-bangunan pengingat memorial bersejarah tersebut, yang dapat memberikan ilmu pengetahuan masyarakat tentang perjalanan para pahlawan dalam menghadapi tentara-tentara penjajahan masa lalu.

Berikut ini kami telah merangkum berbagai tempat destinasi wisata bersejarah yang dapat kamu kunjungi, seperti dilansir dari berbagai sumber, Sabtu (10/11/2018) :

 

1. Monumen Pancasila Sakti

Monumen ini terletak di Jalan Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Dibangun diatas tanah seluas 14Ha, yang bertujuan dengan tujuan mengingat perjuangan para Pahlawan Revolusi yang berjuang mempertahankan ideologi Negara Republik Indonesia, Pancasila dari ancaman ideologi komunis.

 

Disini kamu bisa mengetahui lebih dalam tentang Ketujuh Pahlawan Revolusi tersebut, adalah Panglima Angkatan Darat Lejten TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprato, Mayjen TNI M.T Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI DI Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo, Perwira TNI Lettu Pierre Tendean Ajudan AH.Nasution.

 

2. Museum Sasmitaloka

Salah satu museum pahlawan nasional yang terletak di jalan Lembang, Jakarta Pusat, adalah Museum Sasmita Loka Ahmad Yani, yang gugur diberondong senapan semi otomatis Thompon Cakrabirawa buatan Amerika Serikat. Tempat ini menceritakan dari tahun 1940-an sampai 1965 dimana peristiwa pada tanggal 30 September 1965.

Baca Juga :  Pantai Tanjung Kelayang, Potongan Maldives di Belitung

 

3. Museum Jendral A.H Nasution

Tempat ini dulunya rumah kediaman keluarga Jendral A.H Nasution sejak menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSDA) hingga wafat tahun 2000 Terletak di Jalan Tengku Umar, Jakarta Pusat. Kamu bisa melihat koleksi-koleksi Jendral A.H Nasution tentang parasasti hidup dan kehidupannya.

 

4. Monumen Ade Irma Suryani

Ini adalah tempat dimana putri bungsu Jendral A.H Nasution disemayamkan, di Jalan Prapanca Raya, Jakarta Selatan. Kamu bisa mengunjungi makam Ade Irma Suryani yang tewas tertembus peluru simpatisan PKI yang ingin menculik ayahnya, saat berusia lima tahun. (Zul).

 

jul herman

leave a comment

Create Account



Log In Your Account