Isu Dugaan Korupsi Berjamaah DPRD Payakumbuh

AKTAINDONESIA.COM, PAYAKUMBUH – Masyarakat Anti Korupsi Kota Payakumbuh pernah melapor ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Payakumbuh perihal indikasi perjalanan dinas fiktif anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah – DPRD Payakumbuh mencapai Rp 1 Milyar lebih. bahkan Kejaksaan telah melakukan pemanggilan beberapa pihak terkait.

“Laporan tersebut memang ada masuk kepada kami. Namun tengah ditelusuri kebenarannya. Perlu waktu untuk melakukan pemeriksaan. Termasuk memanggil beberapa pihak dari DPRD Payakumbuh maupun Pemko Payakumbuh,” Kata Kasi Intel Kejaksaan Payakumbuh, Nazif Firdaus kepada wartawan, Kamis (29/08/2019).

Dalam pelaporan tersebut, dilampirkan dokumen-dokumen untuk mendukung penyelidikan. Namun, Nazif tidak bisa membeberkan apa saja dokumen-dokumen tersebut kepada media. Namun dengan dokumen tersebut, telah meminta keterangan dari beberapa ASN di lingkungan Pemko Payakumbuh, termasuk dari tim inspektorat.

“Sudah 10 orang yang kami mintai keterangan. Termasuk Sekwan DPRD Kota Payakumbuh. Dalam waktu dekat, rencananya akan memanggil Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Payakumbuh,” ucap Nazif.

Menyikapi hal ini, Ketua DPRD Payakumbuh, Yendri Bodra Dt Permato Alam membenarkan adanya laporan audit BPK yang menyebutkan ada kelebihan bayar dalam perjalanan dinas. Namun, hal tersebut telah ditindaklanjuti oleh seluruh anggota DPRD Payakumbuh dengan mengembalikan uang tersebut ke kas negara.

“Sudah kami kembali. Sesuai dengan arahan BPK yang menemukan ada kelebihan bayar dalam perjalanan dinas,” sebut Yendri Bodra.

Ia juga mengatakan bukti penyetoran ke kas negara tersebut sudah tersusun rapi di DPRD Kota Payakumbuh. Dengan kata lain, kewajiban anggota DPRD Payakumbuh untuk mengganti kerugia negara akan hal in sudah terpenuhi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber : covesiacom

Baca Juga :  Danlanud Roesmin: Dalam Tugas Jangan Lupa Berdo'a
__Terbit pada
29/08/2019
__Kategori
News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds