Kolom

INDONESIA: Empat Sehat Lima Sempurna Kehidupan Masyarakat Berbangsa Dan Bernegara

“Pada negara hebat terdapat generasi yang kuat dan sehat. Dalam membangun Indonesia yang hebat, terdapat empat sehat lima sempurna yang kuat dan sehat”.

PropellerAds
Loading...

Oleh: Al Mukhollis Siagian

AKTAINDONESIA.COM – MEMASUKI ruang kehidupan berbangsa yang tengah disuguhi dengan berbagai permasalahan nasional semakin menggerus kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat, mulai dari persengketaan pemilu, PPDB sistem Zonasi, Revolusi Industri 4.0, konstelasi Perdagangan Internasional, konflik masyarakat dan sebagainya. Yang sejatinya semua persoalan tersebut sudah mulai diselesaikan satu persatu.

Namun untuk memperkokoh pijakan bangsa dalam berdiri dan melakukan pembangunan lebih terarah, sebaiknya kita perbaharui asupan gizi pada seluruh komponen negeri ini, agar supaya sehat dan kuat secara fisik maupun psiskis, yang karenanya sebagai kunci dari pembangunan dan peningkatan perekonomian. Asupan yang penulis maksudkan adalah empat dasar kehidupan berbangsa dan bernegara: Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika ditambah dengan komitment komponen bangsa dalam menjalankannya.

Seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari agar sehat dan kuat secara fisik dan psikis, kita harus mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna. Dengan kandungan gizinya yang merawat tubuh tetap segar, memperkuat daya tahan tubuh, beraktivitas dengan fit, dan menjadikan kita cerdas pada setiap keadaan. Begitu juga halnya dengan bangsa ini, empat dasar kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan kunci penentu kesehatan dan kekuatan pembangunan yang sejak berdirinya bangsa sudah dihidangkan.

Meskipun demikian, wajar bagi kita yang menemui keseharian bangsa penuh pertikaian yang karenanya sudah menjadi rahasia umum bagi khalayak Indonesia tentang eksistensi dan esensi dari empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah masyarakat sudah mulai redup. Kian melupa dengan dasar-dasar pembentukan negeri ini, sehingga sering kita dapati persesuaian antarmasyarakat, antarelit, masyarakat dengan pemerintah, maupun masyarakat dengan swasta.

Kemerosotan penerapan empat dasar negeri ini hampir terjadi pada seluruh komponen bangsa, tidak hanya kalangan masyarakat awam, tapi pejabat politik dan pejabat publik pun banyak yang tak lagi mengindahkannya. Sebagai bukti dari kemerosotan tersebut dapat kita amati dari kondisi bangsa yang masih marak terjadi: korupsi, kolusi, nepotisme, pelanggaran HAM, gratifikasi, persesuaian rumah ibadah, ingkar janji, politik uang dan sebagainya. Oleh sebab itu, perlu kita kembalikan kesehatan bangsa ini melalui penanaman kembali nilai-nilai empat dasar kehidupan berbangsa dan bernegara agar supaya mencerminkan sikap bangsa yang kuat, sehat dan berdab.

Empat Sehat Lima Sempurna

Kembali pada konteks empat sehat lima sempurna yang didalamnya terkandung gizi untuk meningkatkan kesehatan, kekuatan dan kecerdasan tubuh, artinya adalah nilai-nilai dalam empat dasar kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara menjadi kunci dari pembeda bangsa ini dengan bangsa lain, kuat, sehat, cerdas dan beradab ditambah dengan komitment pemerintah untuk menunjukkan penjiwaannya pada masyarakat sebagai panutan. Adapun isi dari empat sehat lima sempurna ini adalah “Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika ditambah dengan Komitment Pemerintah”.

Pertama, Pancasila merupakan falsafah banga yang didalamnya termaktub nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan sosial. Pancasila sebagai falsafah bangsa sudah seharusnya menumbuhkan jiwa komponen bangsa yang Pancasilais, menyebarkan serta menerapkan etika dan moral kehidupan yang baik. Dengan begitu, segala keblingeran, kebobrokan, kesenjangan dan apapun istilah lainnya tidak akan ada dalam negeri ini. Sebab seluruh komponen bangsa mampu menyerap nilai-nilai baik, benar dan indah dalam tubuh Pancasila. Selain itu, pancasila juga berperan sebagai ideologi sekaligus penuntun (way of life) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kedua, UUD 1945 berperan sebagai acuan hukum dalam pembentukan UU untuk menata kehidupan masyarakat dengan baik. Sehingga UUD 1945 seharusnya bersifat final dan tidak bisa dinterpretasikan seenaknya terkecuali dibuka ruang khusus untuk mengkaji maupun amandemen. Tujuannya adalah agar supaya marwah konstitusi dalam Negara hukum terjaga dengan baik, dan tentunya tidak boleh ada UU yang melangkahi fungsi dan sifat dari konstitusi tersebut. Sehingga penerapan nilai-nilai yang terkandung didalamnya adalah tumbuhnya jiwa hukum yang adil dan pasti pada seluruh komponen bangsa.

Ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan bentuk Negara yang sejak merdeka kita sepakati. Yang didalamnya terkandung nilai bahwa kerjasama dalam memikul dan menyelesaikan permasalahan akan lebih mudah serta upaya pencapaian tujuan secara cepat dan tepat.

Keempat, Bhineka Tunggal Ika sebagai slogan kebangsaan yang begitu majemuk, yang artinya “walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua”. Artinya, perbedaan bukanlah penghambat dalam melangsungkan kehidupan, yang pada dasarnya Indonesia merupakan Negara majemuk/kaya akan keberagaman, maka seharusnya kita bersama dalam membangun karena pada dasarnya dan pada akhirnya kita adalah sama.

Kelima, Komitment Pemerintah merupakan cerminan bagi masyarakat atas sikap, tindakan, ucapan, dan pemikiran pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan dan melangsungkan pembangunan yang berlandaskan pada keempat dasar tersebut. Dimana dalam penerapannya dilakukan secara berkesinambungan sehingga menjadi pendidikan nyata pada masyarakat.

Tidak bisa dipungkiri bahwa permasalahan yang terjadi akhir-akhir ini merupakan bentuk melemahnya penerapan empat dasar dalam kehidupan sehari-hari. Seperti contoh, adanya upaya sekelompok masyarakat untuk mengganti ideologi bangsa, maraknya isu referendum, persengketaan pemilu memasuki MK, konflik horizontal dalam masyarakat, dan permasalahan lainnya.

Oleh sebab itu, langkah penyerapan nilai-nilai keempat dasar dan penerapannya dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara merupakan upaya penyehatan dan penguatan dalam tubuh bangsa. Suksesi dari upaya tersebut kita khususkan pada lembaga Legislatif dan lembaga terkait seperti BPIP agar supaya membuka ruang sosialisasi penerapan empat dasar negeri ini ke tengah-tengah masyarakat, dan kita perbantukan pada mahasiswa (kamu muda terdidik) agar menjadi penyampai nilai, etika dan moral yang terkandung didalamnya. Selain itu, dengan penguatan keempat dasar ini pada masyarakat akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan diatas dengan sendiriya, sebab didalamnya terkandung nilai-nilai baik, benar dan indah.

Loading...
Baca Juga :  Kriminalisasi Ulama, Masihkah Berlanjut?

One Reply to “INDONESIA: Empat Sehat Lima Sempurna Kehidupan Masyarakat Berbangsa Dan Bernegara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *