Hoyak Tabuik Pariaman

AKTAINDONESIA.COM, PARIAMAN -” Hoyak Tabuik” adalah suatu tradisi budaya di daerah Pariaman, khususnya di kota Pariaman, Sumatera Barat. Acara “Hoyak Tabuik” merupakan acara Budaya yg sdh masuk dlm Kalender Parawisata Nasional, dan diperingati setiap tgl 1 – 10 Muharam/Tahun Hijriah. Untuk tahun 2022 ini acara Tabuik akan diadakan pada Minggu prtama dn kedua bulan Agustus 2022.

SEJARAH SINGKAT TABUIK :

Tabuik atau Tabot berasal dari kata bhs Arab, yg berarti Kotak kayu, tempt penyimpan benda2 tertentu. Sedangkan. Hoyak Tabuik artinya membawa/memindahkan atau menggarak Tabuik dari suatu tmpt ke tmpt lain (biasanya ke tmpt pembuangannya, ke laut).

Perayaan Tabuik adalah suatu prosesi peringatan atas Wafatnya Cucu Nabi Muammmad SAW yg bernama ” Husein bin Ali”. Ia tewas pd thn ke 61 Hijriah/ 680 Masehi, karena Kepalanya dipenggal oleh Tentara Mu’awiyah pada perang Karabala, di Padang Karabala, Irak.

Kamatian Cucu Nabi SAW tsb diratapi oleh Kaum Syi’ah di Timur Tengah dengan cara Menyakiti Tubuh Mereka sendiri. Akhirnya tradisi mengenang wafatnya Cucu Nabi SAW, Husein menyebar ke bbrp negara, termasuk ke Indonesia, di daerah Pariaman.

Selain di daerah Pariaman, budaya mirip Tabuik jga terdapat di daerah Bengkulu,yg disebut Tabot.

MAKNA TABUIK.

Dlm perayaan Memperingati wafatnya Husein bin Ali (cucu Nabi Saw) ,Tabuik melambangkan Janji Mu’awiyah untuk memyerahkan Tongkat Kekhalifahan/Kepemimpinan kpd Umat Islam setelah Imam Husein bin Ali meninggal. Akan tetapi janji itu dilanggar oleh Muawiyah dn malah mengqngkat anaknya sebagai Putra Mahkota.

BURAQ.

Sebagian org percaya bhwa Jenazah Husein diusung ke langit dengan memggunakqn Buraq. Buraq adalah Kuda bersayap dengan kepala berbentuk kepala Wanita Cantik.

Baca Juga :  Tradisi Manampuang Daging Qurban Di Palupuah