Internasional

Hongkong Mencekam, Demonstrasi Duduki Stasiun Kereta Api

AKTAINDONESIA.COM, HONGKONG, Aljazeera. Ratusan demonstran di Hongkong memblokade pelayanan kereta api pagi tadi (30/7) pada jam sibuk mengakibatkan kerusuhan pada aksi anti pemerintahan.

Loading...

Aktivis menutup pintu kereta api. Hal demikian memaksa ratusan penumpang untuk keluar dari stasiun kereta api untuk mencari alat transportasi lainnya.

Unjuk rasa menunjukan protes terhadap RUU Ekstradisi telah berlangsung selama beberapa hari, berpusat di hongkong menekan pemerintah dan memperluas kewenangan kepolisian untuk mendesak para demonstran

“We don’t know how long we are going to stay here, we don’t have a leader, as you can see this is a mass movement now,” ucap Sharon (21), aktivis yang menutup wajahnya dan menolak untuk membberikan namanya dengan lengkap. Sharun menyebutkan bahwa iya tidak mengetahui siapa pemimpin gerakan. dan Ia sendiri tidak mengetahui hingga kapan aksi ini berlangsung. Ia berpendapat bahwa aksi saat ini sudah menjadi asi massa rakyat

Sharin menambahkan bahwa Ia dan peserta aksi lainnya tidak bermaksud untuk mengganggu masyarakat. Iya menyebutkan bahwa aksi pemblokiran stasiun kereta hanya agar pemerintah sadar, kenapa kami memprotes kebijakannya. “It’s not our intention to inconvenience people, but we have to make the authorities understand why we protest” Iya menambahkan bahwa aksi ini akan di lanjutkan selama dibutuhkan “We eill continue with this as long as needed”

Operator Kereta Api MTR Corporation mengatakan bahwa beberapa pelayanan telah terganggu dan mendesak masyarakat untuk menggunakan alat transportasi lain.

Sejak meningkatnya aksi protes, Hongkong, yang telah kembali ke pangkuan Cina di tahun 1977, telah membuahkan krisis politik terparah sepanjang 10 tahun. Pada unjuk rasa terakhir, polisi menembakan para aktivis dengan peluru karet, gas air mata sebagai senjata pengendalian masa

Loading...
Baca Juga :  Seruan Untuk Selamatkan Muslim Uighur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *