Nasional

‘HIJRAH’, Kritikan Amien Terhadap Revolusi Mental

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – ‘Hijrah: Selamat Tinggal Revolusi Mental, Selamat Datang Revolusi Moral’, Begitulah tema atau judul buku yang diluncurkan oleh Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, acara  sembari diskusi tersebut dilaksanakan di Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

Buku setebal 76 halaman ini ditulis berisi kritik Amien Rais terhadap revolusi mental yang digaungkan oleh Jokowi yang sebelumnya sangat apresiasi soal ide revolusi mental yang didorong oleh Jokowi. Akan tetapi, kata dia, belakangan ini penilaianya ternyata salah.

“Ide yang berasal dari presiden pertama Indonesia Soekarno itu tidak jelas arahnya setelah digaungkan oleh Jokowi,” papar Amien.

Amien menuturkan, sewaktu masih mahasiswa tingkat awal, ia menyuruh untuk melakukan revolusi mental. Namun, revolusi mental Pak Jokowi itu memang tidak jelas.

“Tidak ada dokumen otentik mengenai, apa sih maksudnya? Pak Jokowi nggak punya otentik, kemudian tidak ada dokumen otoritatif dari pemerintah, cuman memang ada breakdownnya itu. Tapi, yang terjadi justru jauh dari konsepsi mental sebenarnya,” papar Amien.

“Yang ada malah mental pecundang, orang malas itu mental pengemis, kalau orang yang sukses itu mental saudagar, mental pengusaha. Kemudian kalau ada followship mentality, mental pelanga pelongo mental pengikut,” tuturnya

Atas dasar itu, Amien menyebutkan, revolusi moral dibentuk untuk mengakhiri revolusi mental yang dicanangkan era Jokowi. Menurutnya, moral lebih memiliki arti mendalam daripada mental.

Lebih lanjut, Amien menuturkan, persoalan moral ini lah yang dinilainya belum banyak disentuh oleh pemerintahan Jokowi. Dia menilai, rezim saat ini belum punya arah untuk membentuk moral bangsa.

“Saya mohon maaf, setelah empat tahun mengikuti rezim Jokowi itu memang tidak punya kompas moral, tidak ada moral guidence. Jadi, enteng kalau orang tidak punya kompas moral itu berjanji sebanyak mungkin, itu tak apa-apa. Kemudian bohong pun tak apa-apa karena enggak punya kompas moral, kemudian jadi permissive,” ucapnya

Baca Juga :  Pekanbaru Pagi Ini ; Jokowi Terima Gelar Adat, Atribut Demokrat di Rusak OTK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *