Heboh! Penemuan Mayat Pria Tanpa Busana Di Kampar – Riau

AKTAINDONESIA.COM, BANGKINANG – Sesosok mayat pria tanpa busana ditemukan di Desa Kasikan Tapung Hulu pada Senin (24/2).

Setelah dikonfirmasi merupakan korban dari kasus penemuan mobil terbakar di Merangin Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar pada Sabtu (22/2) lalu.

Kapolsek Tapung Hulu, Iptu Try Widianto Fauzal di konfirmasi di Rumah Sakit Bhayangkara mengatakan mayat yang ditemukan merupakan mayat Syamsul Bahri yang merupakan pemilik mobil Panther yang terbakar di Kecamatan Kuok Sabtu lalu.

“Dari hasil forensik rumah sakit benar mayat merupakan pemilik mobil Panther yang terbakar di Kecamatan Kuok atas nama Syamsul Bahri,” ungkapnya.

Ia menjelaskan dari hasil forensik di tubuh korban ada lebam di bagian kepala.

Diduga kematian karena kekerasan yang diterima korban di bagian kepala.

“Keterangan dari forensik, mayat tersebut meninggal kurang dari 5 hari tetapi lebih dari 1 hari,” ungkapnya.

Kronologi :

Sebelumnya istri korban, Elsa dan keluarga melaporkan hilangnya Syamsul Bahri ke Polresta Pekanbaru.

Elsa hanya menemukan mobil Isuzu Panther yang terakhir dikendarai suaminya, di Desa Rantau Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Jumat (21/2/2020) pagi.

Mobil dengan nomor polisi BM 1242 NL tersebut kondisinya hangus terbakar.

Lokasinya berjarak sekitar 20 sampai 30 meter dari jalan.

Sementara sang suami tidak ditemukan di lokasi.

Menurut Elsa, dia terakhir kali berkomunikasi dengan suaminya pada Kamis (20/2/2020).

Sepengetahuannya, suaminya meninggalkan rumah di Jalan Uka, Garuda Sakti, Kota Pekanbaru, sekitar pukul 09.00 WIB.

Namun dia tidak mengetahui pasti, ke mana perginya sang suami.

Untuk diketahui, Syamsul Bahri sehari-hari bekerja sebagai pengusaha.

Dia memiliki gudang distributor tepung.

Gudang tersebut berada bersebelahan dengan rumahnya.

“Saya bingung, ini sudah masuk hari kelima suami saya hilang. Saat mobilnya ditemukan hangus terbakar itu, keluarga juga sudah mencari berkilo-kilo dari lokasi penemuan mobil, tapi dia tidak ditemukan,” ucap Elsa sambil sesegukan, menahan tangis, saat berbincang dengan Tribun, Senin (24/2/2020) siang.

Baca Juga :  Asap Jerebu, Udara Kalteng dan Riau Berbahaya!

Elsa pun menceritakan bagaimana kronologi hilangnya Syamsul Bahri.

Hingga ditemukannya mobil Panther milik suaminya.

Dia mengaku curiga dan seperti ada hal ganjil, terkait hilangnya orang yang dicintainya itu.

Pada Kamis pagi, saat suaminya meninggalkan rumah, Elsa baru berkomunikasi pada sore harinya.

“Suami saya itu ternyata nelfon karyawan di gudang. Suami saya bilang nanti ada yang jemput mobil untuk angkat tepung. Tolong kasih kunci sama STNK,” tuturnya.

Lanjut Elsa, karyawan gudang bernama Ucil itu, lalu pergi ke rumah dan menyampaikan pesan itu kepada Elsa.

“Untuk memastikan, saya telfon suami saya. Benar apa tidak. 4 kali nelfon tidak diangkat, pas kelima baru diangkat. Suaranya saya dengar seperti dalam tekanan, tidak seperti biasa. Saya tanya, nanti emang ada yang jemput mobil, dia bilang iya, buat bawa tepung. Kasih kunci sama mobil ya,” urai Elsa menirukan jawaban suami.

Elsa memaparkan, dia sempat bertanya di mana posisi suaminya.

Namun si suami tidak memberi jawaban pasti.

“Dia cuma jawab lagi ada urusan, kayak tertekan. Biasanya saya tanya dia jawab, entah lagi di Nangka, di Sigunggung. Walaupun tidak dikasih tahu detail sedang ngapain. Tapi minimal bilang di mananya,” tutur Elsa.

Elsa yang merasa ada sesuatu yang berbeda dengan suaminya, sempat bertanya, apakah sang suami sedang ada masalah.

“Dia bilang nanti kita cerita di rumah. Terus telfonnya dimatikan,” paparnya.

Tak lama berselang, datang mobil penjemput tepung di gudang, untuk diantarkan ke daerah Solok.

Kemudian, seorang tak dikenal pun datang.

“Orang tak saya kenal ini, sempat bantuin muat tepung ke mobil yang jemput. Saya kirain dia ini kernetnya. Tapi pas mobil udah berangkat, dia tinggal. Saya tanyalah, abang siapa. Dia jawab dia bertugas jemput mobil, suami saya yang suruh. Saya tanya suami saya di mana. Dia bilang lagi di Sigunggung, ngobrol sama bos-bos,” ucapnya.

Baca Juga :  Warga Medan Malu, 3 Walikota Terlibat Korupsi

Diungkapkan Elsa, perasaannya tidak enak, terlebih saat melihat perawakan orang yang katanya ditugaskan menjemput mobil oleh suaminya.

“Saya lihat dia dari atas sampai bawah, perasaan saya tak enak. Kayak preman, matanya merah, kakinya bertato. Saya masuk ke dalam, tutup pintu. Saya bilang tunggu sebentar,” jelas Elsa lagi.

Elsa lalu berupaya menghubungi suaminya kembali.

“Saya bilang ke suami, saya nggak kenal sama yang jemput mobilnya. Tapi suami saya ngotot, kasih aja lah. Suaranya kayak tertekan. Saya tanya lagi sedang di mana. Dia bilang ada urusan, bentar lagi pulang. Saya bilang ke dia, tetap tidak mau kasih mobil. Telfonnya langsung dimatikan,” bebernya.

Lebih jauh kata Elsa, dia lalu pergi keluar, melihat keberadaan orang tak dikenal yang ingin menjemput mobil.

Ternyata kata Elsa, orang tersebut sudah tidak ada.

Singkat cerita, Elsa dan seluruh anggota keluarga mencoba untuk menghubungi suaminya.

Tapi berkali-kali ditelfon, tidak diangkat.

Selanjutnya, Elsa dan keluarga membuat postingan kehilangan di Facebook.

Dia mengunggah foto suami dan foto mobil yang dikendarai suami terakhir kali

Disebutkannya, selang beberapa waktu kemudian, ada warga yang menghubunginya.

Memberi tahu jika mobil yang dikendarai suaminya, ditemukan terbakar.

“Saya dan keluarga datang ke lokasi, rupanya memang iya. Tapi suami saya tidak ditemukan. Kejadian itu lalu saya laporkan ke Polres Kampar,” tuturnya.

Elsa memaparkan, upaya untuk menghubungi suami, tetap dilakukan.

Sampai akhirnya ada yang mengangkat, tapi bukan suaminya lagi.

“Ditelfon ada yang angkat. Katanya lagi di Kasikan, Rohul. Dia bilang kalau mau jemput, di tunggu. Pas ke sana rupanya dia tidak ada dan sejak itu nomor suami saya tidak bisa dihubungi lagi,” terangnya.

Baca Juga :  Polda Riau Bagikan 630 Ribu Masker Untuk 12 Kabupaten/Kota.

Elsa merincikan bagaimana ciri-ciri suami.

Termasuk pakaian terakhir yang dikenakan sebelum hilang.

“Dia pakai kaos oblong tulisan Reebok, celana casual warna krim. Tas hitam selempang. Ciri-cirinya kurus, tinggi 168 cm, kulit sawo matang,” ujarnya.

Sementara terkait kehilangan suami, Elsa juga sudah melapor ke Mapolresta Pekanbaru.

Dia juga menyampaikan hubungan hilangnya suami dengan temuan mobil terbakar di Kampar.

Elsa berharap, suaminya bisa ditemukan dengan selamat.

“Semoga suami saya bisa ditemukan. Kepada pak polisi saya minta tolong mencari suami saya. Semoga bisa cepat terungkap,” pungkasnya.

sumber : tribunpekanbaru.com

 

__Posted on
24/02/2020
__Categories
Nasional, News

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds