Gelar Diskusi, HMI Cabang Padang Komitmen Menangkal Paham Radikalisme Melalui NDP

Aktaindonesia – Padang – HMI Cabang Padang mengangkatkan Diskusi Terbuka dengan tema Re-Internalisasi NDP, Peran Kader HMI dan Pemuda menangkal Paham Radikalisme. Padang, 29 Oktober 2019.

Agenda diawali dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an oleh Saudari Refki Herawati dan kemudian dilanjutkan oleh sambutan Pj. Kta. Umum HMI Cabang Padang Saudara Rahmaddian. Didalam sambutanya, Rahmaddian menyampaikan dalam rangka memperingati hari sumpah pemuda yang ke 91 tahun.

Dimulai sejak tanggal 28 Oktober 1928 hingga sampai dengan hari ini peran pemuda sangat besar terhadap kontribusinya membangun sebuah bangsa dan Negara. Isu terkait radikalisme tentu sangat menarik untuk terus dikaji dan ditelisik sehingga melahirkan rumusan yang sebenarnya tentang apa itu radikalisme.

Sejauh mana peran pemuda menyikapi paham radikalisme yang dalam artian sederhananya subuah ideologi/ paham yang dimana ingin menguasai sebuah sistem yang ada dengan cara apapun demi mencapai tujuanya/ keinginan kelompoknya.

NDP sebagai Nilai Dasar Perjuangan kader HMI dan landasan berpijaknya dalam melakukan perjuangan tentu memiliki peranan yang besar terhadap paham radikalisme. Maka dari itu diskusi ini tentu menarik untuk diperbincangkan sehingga kita mendapatkan pemahaman tentang paham radikalisme.

Agenda selanjutnya ditutup dengan doa oleh saudara Maulana. Dan langsung dialihkan kepada Moderator dalam hal ini dibawakan oleh Sdr. Ahmad Guntur. Mengawali diakusi dengan memperkenalkan Narasumber. Untuk sesi 1 akan disampaikan oleh Kol. Inf. H. Chairul Mustofa, S.Sos, M.Si (Kakanwil Kemeenhan Sumbar). Kemudian oleh Abdul Salam, S. Ag. M. Hum (FKPT Sumbar). Hendra Naldi, S.S. M.Hum (Akademisi-Pengamat Gerakan Sosial Masyarakat) dan Bilfahmi Putra, S.THI. M. Ag (NDPers HMI Cabang Padang).

Diskusi berjalan alot, diawal Kemenhan lebih menekankan berbicara tentang sejarah. Ideologi kiri komunis dan ideologi kanan khilafah dan di Indonesia kita memiliki Pancasila sebagai pemersatu Bangsa. Peran TNI sangat besar didalam mencegah gerakan terkait radikalisme. Kemudian dari FKPT menambahkan, bahwa gerakan radikalisme memang ada dan benar-benar terjadi. Dengan berbagai macam pola dan metoda. Kemudian juga dilihatkan video satu diantara bagian yang terpapar paham radikalisme. Pemuda menjadi sasaran yang bisa dengan mudah terpapar paham radikalisme.

Baca Juga :  Milenial Muslim Menyikapi Kenaikan Iyuran BPJS

Narasumber berikutnya Hendra Naldi lebih memandang dari sisi akademik. Selaku pengamat gerakan sosial masyarakat. Tidak ada yang salah dalam kerangka berfikir radikal. Karena memang dalam tataran ide dan konsep itu merupakan hal yang biasa saja. Namun tetap dalam tindakan ada batasan-batasan yang sesuai dengan pancasila dan undang-undang dasar 1945. Diakhir sesi Narasumber Bilfahmi Putra menyampaikan peran kader HMI dalam menangkal Paham Radikalisme dengan berkayakinan didalam diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dengan perbanyak membaca (iqra’).

Dengan keilmuan yang kuat sesuai dengan apa yang ada didalam tujuan HMI. Kemudian mengamalkanya melalui Kualitas insan akademik, itu merupakan bagian untuk bagaimana mencegah terpapar dari paham radikalisme.

__Terbit pada
31/10/2019
__Kategori
Info Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds