Firqah-Firqah Dalam Islam

AKTAINDONESIA.COM – Sejarah Islam telah tercatat adanya firqah-firqah (golongan) dilingkungan ummat Islam, yang antara satu sama lain bertentangan pahamnya secara tajam yang sulit untuk diperdamaikan, apalagi untuk dipersatukan.

Hal ini sudah menjadi fakta dalam sejarah yang tidak bisa dirubah lagi, dan sudah menjadi ilmu pengetahuan yang termaktub dalam kitab-kitab agama, terutama dalam kitab kitab ushuluddin.

Barangsiapa yang membaca kitab-kitab Ushuluddin akan menjumpai didalamnya perkataan-perkataan: Syi’ah, Khawarij, Mu’tazilah, Qadariyah, Jabariyah, Ahlussunnah wal Jamaah (Sunny), Mujassimah, Bahaiyah, Ahmadiyah, Wahabiyah dan lain-lain sebagainya.

Umat Islam,khususnya yang berpengatahuan agama tidak heran melihat dan membaca hal ini,karena Nabi Muhammad Saw. sudah juga mengabarkan pada masa hidup beliau.

Banyak terdapat hadit-hadits yang bertalian dengan akan adanya firqah-firqah yang berselisihan paham dalam ummat Islam. Diantara hadits-hadits itu adalah :

Hadits Pertama :
Bersabda Nabi Muhammad Saw.:
“Maka bahwasanya siapa yang hidup (lama) diantaramu niscaya akan melihat perselisihan (paham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidin yang diberi hidayah. Pegang teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu” (Hadits riwayat Imam Abu Daud dll. Lihat Sunan Abu Daud juzu’ IV, pagina 201).

Tujuan hadits ini terang,bahwa akan ada perselisihan-perselisihan paham dalam lingkungan ummat Islam, dan bahwa Nabi Muhammad Saw. menyuruh ummat Islam ketika melihat perselisihan-perselisihan itu supaya berpegang teguh dengan Sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin (Saidina-saindina Abu Bakar, Umar, Utsman dan ‘Alu Rda).

Hadits kedua:
Nabi Muhammad Saw. bersabda:
“Akan ada dilingkungan umatku 30 orang pembohong yang menda’wakan bahwa ia Nabi. Saya adalah Nabi penutup, tidak ada lagi Nabi sesudahku” (H. Riwayat Tirmidzi. Lihat Sahih Tirmidzi juzu’ 9 pagina 63).

Hadits ketiga:
Bersabda Nabi Muhammad Saw.:
“Akan keluar suatu kaum akhir zaman,orang-orang muda berpaham jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan “khairil bariyah” (Maksudnya firman-firman Tuhan yang dibawa oleh Nabi). Iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagai meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa denganmu lawanlah mereka” (Hadits sahih riwayat Imam Bukhari. Lihat Fathul Baru juzu’ XV, pagina 315).

Baca Juga :  Masjid dan Masa Depan Islam di Jepang

Terang dalam hadits ini bahwa akan ada – menurut Nabi – sekumpulan orang orang muda yang sok aksi mengeluarkan fatwa-fatwa agama berdasar Qur’an dan hadits, tetapi keimanan mereka tipis sekali dan bahkan keimanannya keluar dari dirinya secepat keluarnya anak panah dari busurnya.

Maksudnya ialah bahwa mereka banyak ngomong Hadits-hadits dan Qur’an, tetapi mereka tidak beragama, tidak sembahyang, tidak puasa dan tidak menjalankan tuntutan agama.

Hadits keempat:
Bersabda Nabi Muhammad Saw.:
“Ada dua firqah dari umatku yang pada hakikatnya mereka tidak sangkut paut dengan Islam, yaitu kaum Murji’ah dan kaum Qadariyah” (Hadits riwayat Imam Tirmidzi. Lihat Sahih Tirmidzi juzu’ VIII pagina 316).

Kaum Murji’ah dan Qadariyah tak ada hubungannya dengan Islam, kata Nabi Muhammad Saw. Na’udzubillah !

Hadits kelima:
Dan sabda Nabi:
“Dari Hudzaifah Rda., Beliau berkata: Bersabda Rasulullah SAW. : Bagi tiap-tiap ummat ada majusinya, dan majusi ummat saya ialah orang yang mengingkari takdir. Kalau mereka mati jangan dihadiri pemakamannya dan kalau mereka sakit jangan dijenguk. Mereka adalah kelompok dajal. Memang Tuhan berhak untuk memasukkan mereka ke kelompok dajal” (HR. Abu Daud, Sunan Abu Daud.T Juz IV hal. 222).

Hadits keenam:
Tersebut dalam kitab hadits:
“Dari Abu Hurairah Rda. beliau berkata, bahwa Nabi Muhammad SAW. bersabda: Telah berfirqah-firqah orang Yahudi atas 71 firqah dan orang Nashara seperti itu pula dan akan berfirqah ummatku atas 73 firqah” (Hadits riwayat Imam Tirmidzi Lihat Sahih Tirmidzi juzu’ X, pagina 109).

Hadits ketujuh:
Nabi bersabda:
“Bahwasanya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 millah (firqah) dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya masuk neraka kecuali satu”.
Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu Ya Rasulullah ?”
Nabi menjawab : “Yang satu itu ialah orang yang berpegang (beri’itiqad) sebagai peganganku (i’itiqadku) dan pegangan sahabat-sahabatku” (Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, lihat Sahih Tirmidzi juzu’ X, pagina 109).

Baca Juga :  Literasi Teknologi Ekonomi dan Masa Depan HMI

Melihat hadits-hadits yang sahih ini dapat diambil kesimpulan:

1. Nabi Muhammad SAW. mengabarkan sesuatu yang akan terjadi dalam lingkungan umat Islam secara mu’jizat, yaitu mengabarkan hal-hal yang akan terjadi. Kabar ini tentu diterima beliau dari Tuhan.

2. Sesudah Nabi wafat akan ada perselisihan paham yang banyak, sampai 73 faham (i’itiqad).

3. Ada segolongan orang-orang muda pada akhir zaman yang sok aksi mengeluarkan dalil-dalil dari al Qur’an, tetapi keimanannya tidak melewati kerongkongannya.

4. Ada dua golongan yang tidak sangkut paut dengan Islam, yaitu kaum Murji’ah dan Qadariyah.

5. Ada 30 orang pembohong yang akan menda’wakan bahwa ia Nabi, padahal Nabi sesudah Nabi Muhammad tidak ada lagi. Dan ada orang-orang Khawarij yang paling jahat.

6. Diantara 73 golongan (firqah-firqah) itu ada satu yang benar, yaitu golongan kaum Ahlussunnah wal Jama’ah yang selalu berpegang kepada Sunnah Nabi dan Sunnah Khalifah Rasyidin.

7. Mereka ini akan selalu mempertahankan kebenaran i’itiqadnya sampai hari kiamat.

Dan sekarang, barang siapa yang meneliti sejarah perkembangan Islam sedari abad-abad pertama, kedua dan ketiga dan sampai pada zaman kita sekarang, apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammas SAW. sudah nyata kebenarannya.

Tersebut dalam Kitab Bugyatul Mustarsyidin, karangan Mufti Syaikh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar, yang dimasyhurkan dengan gelar Ba’Alawi, pada pagina 398, cetakan Mathba’ah Amin Abdul Majid Cairo (138 H.), Bahwa 72 firqah yang sesat itu berpokok pada 7 firqah, yaitu:

1. Kaum Syi’ah, kaum yang berlebih-lebihan memuja Saidina ‘Ali Karamallahu wajhahu. Mereka tidak mengakui Khalifah-khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman, Radhiyallahu’anhum.
Kaum Syi’ah kemudian berpecah menjadi 22 aliran.

2. Kaum Khawarij, yaitu kaum yang berlebih-lebihan membenci Saidina ‘Ali Karamallahu wajhahu. bahkan ada diantaranya yang mengkafirkan Saidina ‘Ali. Firqah ini berfatwa bahwa orang-orang yang membuat dosa besar menjadi kafir.
Kaum Khawarij kemudian berpecah menjadi 20 aliran.

Baca Juga :  Tersungkurnya Bilal Saat Syahadat Dalam Azan

3. Kaum Mu’tazilah, yaitu kaum yang berpaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata dalam syurga, bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan diantara dua tempat, dan mi’raj Nabi Muhammad hanya dengan ruh saja, dan lain-lain.
Kaum Mu’tazilah berpecah menjadi 20 aliran.

4. Kaum Murji’ah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat ma’siyat (kedurhakaan) tidak memberi mudharat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebajikan tidak memberi manfa’at kalau kafir.

5. Kaum Najariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yakni dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah pecah menjadi 3 aliran.

6. Kaum Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa, manusia “majbur”, artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaha tidak ada sama sekali. Kaum ini hanya 1 aliran.

7. Kaum Musyabbihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, umpamanya bertangan, berkaki, duduk dikursi, naik tangga, turun tangga dan lain-lainnya.
Kaum ini hanya 1 aliran saja.

Jadi,jumlahnya adalah:
1. Kaum Syi’ah (22 aliran)
2. Kaum Khawarij (20 aliran)
3. Kaum Mu’tazilah (20 aliran)
4. Kaum Murji’ah (5 aliran)
5. Kaum Najariyah (3 aliran)
6. Kaum Jabariyah (1 aliran)
7. Kaum Musyabbihah (1 aliran)
Jumlah : 72 aliran

Kalau ditambah dengan 1 aliran lagi dengan paham kaum Ahlussunnah wal Jama’ah maka cukuplah menjadi 73 firqah, sebagai yang diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW. dalam hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi.
Demikian Kitab Bugyatul Mustarsyidin.

Adapun Kaum Qadariyah termasuk dalam golongan kaum Mu’tazilah, kaum Bahaiyah dan Ahmadyah Qad-yan masuk golongan Kaum Syi’ah, kaum Ibnu Taimiyah masuk dalam golongan Kaum Musyabbihah dan kaum Wahabi termasuk kaum pelaksana dari paham Ibnu Taimiyah.

Semoga bermanfaat…
*****

__Posted on
10/03/2020
__Categories
Khazanah

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds