Eksekusi Pembongkaran Warung di Atas Tanah Milik Modernland

AKTAINDONESIA.COM, TANGERANG – Perdebatan adu mulut pedagang kaki lima (PKL) Akbar pemilik warung dan pihak keamanan Perumahan Modernland sempat menghebohkan dan jadi tontonan warga. Pasalnya, Eksekusi pembongkaran warung diatas tanah milik pihak Perumahan Moderland. Yang berlokasi Jl. Hartono Raya persis di pintu keluar masuk arah Jl. Buaran PLN Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Minggu pagi (19/07/20).

Salah satu pihak management Perumahan Modernland. “Kami dari pihak management sudah berikan teguran kepada pemilik warung Akbar mulai dari Sp 1, 2 & 3 akan tetapi tidak mengindahkannya.

Suasana Eksekusi di Tanah Milik Perymahan Modernland

Dikatakannya lagi kepada awak media lebih jelasnya masalah ini silakan bapak datang tanyakan ke kantor temukan bapak Ryan.

Terlihat Belasan personil dari security diturunkan, dan terlihat ada juga dari personil aparat kepolisian dan TNI, berikut mobil Patroli dan 1 (Satu) unit mobil truck yang sudah terparkir untuk mengangkut barang-barang warung milik Akbar yang lahannya berlokasi di barisan Ruko-ruko Perumahan Modernland.

Sementara itu terpantau dilokasi Akbar selaku pemilik warung mempertahankan warung miliknya jangan sampai dibongkar. Namun pihak keamanan tidak menggubris permohonan Akbar warungnya tetap saja dibongkar.

Akbar mengatakan kepada pihak management dan keamanan “Saya mohon pengertiannya minta keringanan untuk pembayaran senilai Rp.18 Juta (Delapan belas juta rupiah) hari senin besok saya mau kekantor pemasaran Modernland minta solusi. Uang 18 juta untuk pembayaran sewa lapak. Dengan suasana pandemic Covid-19 ekonomi lagi sulit saya nyarinya kemana keluh akbar.

Lanjut Akbar ” Saya dipindahkan ditempat yang baru ini posisi tempat dagang saya dibelakang, selama 6 bulan saya tidak ditagih atau dibiarkan oleh pihak management pikir saya mungkin karena efek Corona ekonomi lagi macet. Tahu-tahu saya diminta untuk membayar satu bulannya dikenakan Rp 1000,000,- (Satu juta rupiah) untuk pembayaran langsung 1 tahun dan ditambah lagi yang 6 enam bulan jadi total yang harus saya bayar Rp 18 Juta (delapan belas juta rupiah) jelas saya kaget mau bayar pake apa saya kondisi lagi seperti ini ekonomi lagi sulit imbas Corona Covid-19,” sesal Akbar.

Baca Juga :  Kapolda Riau Buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri T.A 2020 di SPN Polda Riau

“Pada tanggal 29 juni 2020 saya mendapatkan surat Peringatan 1 (satu) berikutnya lagi pada tanggal 1 juli 2020 dapet lagi surat SP 2 (dua) saya langsung dateng kekantor minta keringanan saya mohon kesanggupan saya bayar perbulannya Rp.500.000,- ( lima ratus ribu rupiah) bayar per enam bulan, namun dari pihak Modernland tidak ada keputusan tetap diminta bayar perbulan dikenakan Rp 1 juta. Ada apa dan kenapa ini ? Sedangkan pedagang yang lain tidak ? dan berselang delapan harinya pada tanggal 9 juli ada lagi SP 3. (tiga) Sebelumnya saya hanya membayar perbulan tahu-tahu diharuskan pertahun jelas ini berat bagi saya. Saya minta keadilan dan pengertiannya,” tegas Akbar.

__Posted on
19/07/2020
__Categories
News

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds