Nasional

Duka Bagas yang Mengetahui Calon Istrinya Tewas dalam Kebakaran ‘Pabrik’ Korek

AKTAINDONESIA.COM, MEDAN – Salah satu korban tewas terbakar dalam insiden kebakaran ‘pabrik’ korek api gas adalah Hairani, dia adalah gadis yang baru beberapa bulan melangsungkan tunangan dengan lelaki pujaan hatinya.
Lelaki tersebut bernama Bagas Effendi, yang mengaku pasrah ketika mengetahui perempuan yang akan dinikahinya itu menjadi korban kebakaran ‘pabrik’ korek gas di Desa Sambirejo, Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Hairani adalah salah satu dari 30 korban yang ditemukan tewas di lokasi.

Loading...

“Kita juga nggak mau ini terjadi, tapi mau gimana lagi,” ujar Bagas di RS Bhayangkara Medan, Sumatera Utara, dilansir dari Antara, Sabtu (22/6/2019).

Bagas saat ini setia menunggu proses identifikasi yang dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk menentukan jasad kekasihnya. Diketahui, seluruh korban tewas dalam kondisi hangus sehingga sulit dikenali.

Pemuda 21 tahun ini menuturkan dia dan Hairani telah berencana menikah pada 2021. Mereka telah bertunangan pada 2 Februari lalu. Di mata Bagas, kekasihnya adalah sosok yang ramah dan ceria. Namun, diakui Bagas, ada yang berbeda pada Hairani di kali terakhir pertemuan mereka.

“Malam (Kamis, 20 Juni 2019) itu, kami masih jumpa di rumahnya. Masih cerita-cerita juga kayak biasanya. Tapi dia agak beda, dia terlihat cemberut,” cerita Bagas.

Saat mengetahui tempat kerja Hairani terbakar, Bagas mengatakan dirinya langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi tunangannya tersebut. Dia sangat terpukul ketika mendapat kabar Hairani berada di dalam ‘pabrik’ saat kebakaran terjadi.

Kebakaran yang menewaskan 30 orang ini disebut terjadi pada Jumat (21/6) sekitar pukul 11.30 WIB dan kemudian berhasil dipadamkan dua jam kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB. Para korban mayoritas adalah ibu rumah tangga dan anaknya yang ikut ke ‘pabrik’ itu.

Polisi pun menjelaskan kondisi ‘pabrik’ mancis yang terbakar itu merupakan sebuah rumah. Menurut Polisi, kondisi rumah yang dijadikan pabrik mancis itu tertutup, bahkan jendelanya disebut dibeton.

“Keadaan rumah dikunci, jendela depan rumah di tutup, dicor (dibeton). Jadi kita tidak bisa lihat apa kegiatan di dalam,” jelas Kapolsek Binjai AKP Binsar Naibaho, Jumat (21/6).

Loading...
Baca Juga :  3 Kecamatan di Wajo Berlebaran Direndaman Banjir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *