Dua Warga Desa Papal Ditemukan Tewas, Diduga Tersapu Ombak

AKTAINDONESIA.COM.Bengkalis- Berniat mancing, Dua warga Desa Papal Kecamatan Bantan, Bengkalis ditemukan tidak bernyawa lagi di Pantai Teluk Papal Dusun Papal Desa Teluk Lapak Kec. Bantan.

Kapolsek Bantan AKP Indra  Lukman Prabowo, S.I.K, kepada wartawan membenarkan peristiwa tersebut pada Rabu, (11/3/2020) Pantai Teluk Papal Rt.01 Rw.01 Dusun Papal Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.

Kapolsek Bantan menyebutkan dua warga Dusun Papal yang meninggal dunia (MD) tersebut adalah Suardin Bin Katemin ditemukan pada pukul 23,30 WIB Rabu, 11 Maret 2020, dan korban Feriawan Bin Tukijo ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 02.00 WIB.

“Alhamdulillah keduanya sudah kita temukan bersama warga dan babhinkamtibmas, dua warga tersebut Suardin Bin Katemin (38 tahun) warga Jalan H.Ruslan Rt/Rw 001/004 Dusun Papal Timur Desa Teluk Papal dan Feriawan Bin Tukijo (33 tahun) warga Jalan H.Ruslan Rt/Rw 001/004 Dusun Papal Timur Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis,” kata Kapolsek AKP Indra Lukman Prabowo,. Kamis (12/3/2020).

Dikatakan Kapolsek kronologis kejadiannya berdasarkan keterangan saksi Zeli Isnanto Bin Suarno bahwa pukul 17.30 WIB saksi dan korban Suardin dan Feriawan berencana pergi memancing di batu pemecah ombak yang berada di Pantai Teluk Papal Rt.01 Rw.01 Dusun Papal Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan.

Sampai di bedeng batu bata (yang berjarak sekitar 600 meter dari bibir pantai) saksi merasa lapar maka saksi makan, sementara korban meneruskan perjalanan  pergi memancing ke batu pemecah ombak yang berada di Pantai Teluk Papa.

“Saksi makan dulu dan setelah makan katanya  akan menyusul, namun usai makan makan saksi melihat angin kencang jadi saksi membatalkan niat untuk menyusul korban,” ujar Indra.

Baca Juga :  Millenial Minang Minta Presiden Ambil Langkah Kongkrit Terkait Kerusuhan di Wamena

Dikatakan Kapolsek dari keterangan saksi sekitar pukul 21.30 Ia mendengar teriakan mintak tolong dari arah batu pemecah ombak yang berada di Pantai. Saksi yang merupakan teman korban bergegas pergi ke bibir pantai dan sampai di sana la tidak ada melihat cahaya penerangan dibatu pemecah ombak Iq melihat beberapa orang yang sedang memancing di pinggir pantai, salah satunya Tumingan dan beberapa orang rekannya yang sedang memancing.

“Saksi menanyakan apakah ada mendengar teriakan minta tolong, mka saksi lain mengatakan ada dan mengatakan dua korban tersebut   sedang memancing dibatu pemecah ombak sedang berjalan turun dari batu pemecah ombak namun pada saat itu ombak sedang kuat hingga membuat kedua korban terbawa gelombang dan hanyut terseret ombak,”sebut Kapolsek.

Kapolsek menyebutkan bahwa keluarga korban menolak untuk dilakukan visum, dan korban di bawa kerumah keluarganya

__Posted on
12/03/2020
__Categories
News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds