Profile

Drs. Sri Sakti, Sang Da’i Menuju Kursi Parlemen

AKTAINDONESIA.COM, PEKANBARU – DRS. SRI SAKTI, Biasa dikenal dengan panggilan Ustadz Tri. Pendakwah yang dikenal dekat dengan jama’ah ini telah menghabiskan lebih dari separuh hidupnya di dunia dakwah, dan pembinaan pembinaan ekonomi kerakyatan.

Loading...

Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Pekanbaru ini juga aktif dalam pengembangan perkebunan dan usaha kecil menengah, karena bapak 6 anak ini sangat menyadari dengan pondasi ekonomi yang kuat, seorang pendakwah akan lebih kokoh dalam perjuangan meny-syiarkan agama Islam.

Sedari hampir 30 tahun berlalu kebersamaan Ustadz Tri (Drs. Sri Sakti) dengan jama’ah dan masyarakat, beliau sadari pentingnya perubahan kebijakan baik mental maupun dalam tatanan kehidupan bermasyarakat di propinsi yang syarat dengan melayu yang bersandikan Islam ( adat bersandi syarak, syarak bersandi kitabullah ).

Terlepas dari semuanya itu, Sekretaris Umum Ikatan Masjid Indonesia (IKMI) RIAU tersebut juga sangat memahami arti pentingnya tata kelola negeri ini dalam bidang pembangunan baik struktur maupun infrastruktur. Namun perlu penekanan akan keberpihakan kepada masyarakat banyak dan kepentingan umat.

Persetujuan dan dukungan penuh ulama, jama’ah dan masyarakat serta keluarga terhadapnya, Da’i yang dikenal dengan kedermawanan dan bersahaja ini juga memantapkan diri untuk maju ke parlemen ( DPRD PROPINSI RIAU ), Maju pada Nomor urut 1 dari PARTAI BULAN BINTANG (PBB) Daerah pemilihan Kota Pekanbaru.

Tri muda berlatarbelakang seorang pendidik (Kepala Sekolah /Madrasah). beliau sudah barang tentu punya komitmen dalam memajukan sektor/bidang pendidikan untuk mempersiapkan generasi muda dalam menatap masa depan.

Ulama yang Umara, Umara yang Ulama, begitu lah jargon yang agak tepat dilekatkan pada pendakwah kelahiran 1963 tersebut.

Mendapatkan restu penuh dari keluarga besar dan rekan seperjuangan sebagai pondasi awal beliau untuk berjuang melalui jalur parlemen (DPRD PROPINSI RIAU).

Mubaligh berdarah Minangkabau ( urang awak ) ini telah habiskan lebih dari separuh usianya dalam pembinaan baik generasi muda Riau maupun dalam pembinaan ekonomi-ekonomi kerakyatan masyarakat kecil hingga berhasil dan siap bersama dalam perjuangan (dakwah).

Dukungan terus mengalir sebagai bentuk partisipasi masyarakat untuk kesuksesan perjuangan bersama melalui meja parlemen.

Bagi Sri Sakti, 30 tahun berjuang di mimbar telah dilakukan, dari masjid ke masjid, dari pintu ke pintuk untuk “mengetuk” hati masyarakat akan pentingnya menegakkan kalimat ilahi. Namun pada akhirnya beliau sadari akan perjuangan lebih besar untuk perubahan yakninya dapat dilakukan di “Meja Parlemen”.

DPRD Propinsi Riau merupakan lembaga tinggi negara ditingkat propinsi. Lembaga legislatif yang bertugas untuk mengontrol kebijakan eksekutif setingkatnya, termasuk menetapkan peraturan daerah hingga penganggaran keuangan dalam pelaksanaan program dan kebijakan di tingkat daerah (Propinsi Riau).

Semuanya tentu akan sebatas angan, tanpa adanya dukungan penuh masyarakat untuk kemantapan dalam perjuangan itu.
Wallahu a’lam Bis -Shawab ./
Penulis : NilaM (penggiat sosial)

 

 

Loading...
Baca Juga :  Profil Habib Bahar Bin Smith, Ternyata . . .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *