Opini

DR Haris Riadi: Pelajar Saat ini Pemimpin Masa Depan

AKTAINDONESIA.COM, BENGKALIS-Ketua Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Kab. Bengkalis kanda Dr. Haris Riyadi mengatakan kader organisasi pelajar indonesia haruslah berperan positif dalam rangka menyelamatkan generasi muda khususnya pelajar dari bahaya narkoba, hal tersebut disampaikan dalam mengisi seminar sempena pelantikan pengurus daerah Pelajar Islam Indonesia Beberapa waktu yang lalu.

PropellerAds
Loading...

Menurutnya, banyak anak bangsa pada usia produktif hampir 80% yang menjadi warga binaan di Lembaa Permasyarakatan punya kasus Narkoba, “hal ini, menandakan apakah Narkoba itu enak, sehingga begitu hebat menggoda anak bangsa ini, sehingga siswa dan pelajar, orang tua dan lingkungan tidak siap menghadapinya, kalau hal ini terus menuerus terjadi maka akan terjadi Lost Generation,” kata akademisi ini memijam istilah yang digunakan oleh Samuel Huntington.

Pemimpin (ilustrasi)

Ia melanjutkan, kengerian akan terjadi karena kita tidak bisa melihat ada orang Waras di rumah, orang sehat di jalanan, dan orang yang punya akal sehat di berbagai tempat baik di lembaga pemerintah maupaun lembaga sosial serta organiasi masyarakat lainnya, justru yang terlihat adalah mereka yang loyo, yang ngaco, yang ngomong doang, tidak dijumpai manusia yang berjalan lurus dan serta semangat yang membara dan tangguh.

Diakhir dari sajian seminar, DR. Haris menegaskan bahwa tugas Pelajar Islam Indonesia secara umum dan Pelajar Islam (PII) secara khusus, adalah menyelamatkan generasi dari lost generation tersebut, salah satu pola penyelamatanya adalah dengan menggiatkan pelatihan (training) yang basis pesertasnya adalah pelajar dan mahasiswa, sebab itulah PII harus masuk dan bekerjasam dengan Satuan Pendidikan untuk pelatihan tersebut, Selanjutnya Peran Pelajar Islam Indonesia (PII) tidak boleh ditutup-tutupi, perannya harus masuk ke sekolah-sekolah bahkan masuk ke Perguruan Tinggi, Bahkan lebih lanjut, beliau mengajak Keterlibatan gerak giat Pelajar Islam Indonseia (PII) harus masuk di berbagai departemen dan dinas untuk memberikan pola, strategi dan taktik untuk penyelamatan generasi.

Selanjutnya Ia juga mengatakan, saya meyakini kalau Pelajar Islam Indonesia (PII) bergiat diam-diam yang tidak ketahui oleh pelajar dan mahasiwa, tidak akan membuat pesat dan giat PII itu semakin di kenal dan mendapat hati di dalam pelajar dan mahasiswa. Ketahuilah bahwa Pelajar Islam Indonesia (PII) itu bukanlah organisasi pelajar yang baru kemarin sore, dia tumbuh bersama dengan sejarah Indonesia mengiringi kemerdekaannya. Pelajar Islam Indonesia (PII) ini dibentuk sejarah sebagai wadah perjuangan para Pelajar Islam Indonesia. ingatlah, betapa Jenderal Besar Soedirman setiap ada masalah dia bertanya kepada Pelajar Islam Indonesia dan di setiap pengungsiannya Jenderal Sudirman itu juga bertanya dan meminta cara bagaimana melakukan pembinaan kepada masyarakat pelajar sebagai cikal penerus Indonesia, jangan lupa bahwa kader Pelajar Islam Indonesia (PII) di bubar oleh antek antek komunis yang sedang training dan mengaji, ini upaya memerangi Gerakan G30S/PKI oleh komunis. sejarah yang begitu heroik itu seharusnya membuat dan mendorong Pelajar Islam Indonesia (PII) untuk Melakukan lompatan-lompatan sejarah dengan berpegang pada prinsipnya dan jangan sampai sejarah itu dilupakan dan ditinggalkan pintanya.

Karakter bangsa yang makin menurun itu, semestinya Pelajar Islam Indonesia belajar memiliki semangat yang membara seperti yang dimiliki oleh para pencetus Pelajar Islam Indonesia (PII) ini, semangat yang poernah dikobarkan Yoesdi Ghazali, Anton Timur Djailani yang kala adalah pelajar setingkat SLTP dan SLTA, tapi dia sudah berbicara tentang bagaimana memperbaiki negara dimana pelajar tawuran atau berperang di jalanan antar pelajar, saling curiga, saling ejek antara pelajar-pelajar agama yang berada di Madrasah dan di pondok pesantren dengan Pelajar Pelajar di Sekolah Umum, saat itulah terjadi split personality (jiwa yang terbelah).

Diakhir pembicaraannya, sebagai narasumber Kanda Dr, Haris Riadi, M.Ag, mengajak kepada para pelajar dan mahasiswa untuk ikut terlibat disetiap traing yang diadakan oleh Pelajar Islam Indonesia baik Leadership Basic Training (LBT), Leadership intermediate Training (LIT) maupun Leadership Advance Training (LAT) ingat “pelajar hari ini, pemimpin di masa depan”,tutupnya.

Loading...
Baca Juga :  Kepala Desa Lubuk Muda: Tidak Benar Desti Kami Pecat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *