DPRD Jember Makzulkan Bupati Faida

AKTAINDONESIA.COM, JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember berhentikan Bupati Faida pada sidang paripurna dalam agenda Hak Menyatakan Pendapat (HMP) yang digelar Rabu 22 Juli 2020.

Sidang dihadiri oleh 45 dari 50 orang anggota DPRD Jember sepakat memutuskan pemberhentian tetap kepada Bupati pertama perempuan Jember yaitu Faida.

Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan Hadi Supa’at mengatakan, sikap yang diambil ini setelah menilai selama kepemimpinan.

Bupati Jember Faida sudah banyak sekali pelanggaran birokrasi, penyelewengan dugaan pengadaan barang dan jasa yang semuanya sudah masuk dalam temuan panitia angket DPRD Jember.

“Sudah banyak carut marut birokrasi di Jember, ditambah lagi banyak penyelewengan dan juga sudah melanggar sumpah janji jabatannya,” ujarnya saat membacakan pandangan Fraksi PDI Perjuangan, Rabu 22 Juli 2020, seperti dikutip dari jember.pikiran-rakyat.com.

Keriuhan juga terjadi di dalam ruang Sidang Paripurna DPRD Jember usai diputuskan secara bulat pendapat parlemen, bahwa Bupati melanggar sumpah jabatan.

Dengan usulan tersebut, ia menjelaskan, akan meneruskan hal ini ke Mahkamah Agung untuk dilakukan uji materil dan dibuktikan apakah pemberhentian Bupati Jember sudah cukup bukti atau tidak.

Hadi meminta, aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan secara serius atas pengadaan barang dan jada di Jember yang mengakibatkan kerugian negara.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim yang menjadi pimpinan menegaskan, sidang paripurna sudah diputuskan untuk melakukan HMP dengan dasar banyaknya pelanggaran dan sudah melanggar sumpah jabatan dari Bupati Jember.

“Dengan pembacaan semua pandangan fraksi dan sudah disepakati bahwa semuanya menyatakanbsepakat untuk melakukan pemberhentian kepada Bupati Jember,” tegasnya.

Sesuai tata tertib DPRD, paripurna Hak Menyatakan Pendapat ini sudah memenuhi syarat, karena dihadiri lebih dari 2/3 dari total anggota dewan.

Pemberhentian bupati juga telah disetujui oleh minimal 2/3 anggota yang hadir. Paripurna dihadiri oleh 45 orang dari total 50 orang anggota dewan, dan seluruhnya menyetujui pemberhentian tetap bupati Jember.

Loading...
Baca Juga :  Data COVID-19 Warga Indonesia Diduga Bocor
__Posted on
22/07/2020
__Categories
News

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds