Nasional

Demi Biaya Kuliah Gadis Cantik Ini Rela Lakukan Hal Ini

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Selain serunya pertandingan yang disuguhkan diarena laga bulu tangkasi Indonesia Open 2019, namun ada sosok yang tak luput dari lirikan pengunjung termasuk para pemburu berita yang hadir.

Loading...

Adalah Sales Promotion Girl (SPG), gadis cantik yang menyambut penonton di luar lapangan, mereka sudah tiba sejak pukul pagi untuk bersiap menyambut para penonton dan pengunjung Indonesia Open, sejak 16 sampai 21 Juli di Istora Senayan.

Seperti yang dilakukan Josephine, 21 tahun. Dia bertugas untuk menjaga booth Djarum. Meski terkesan seperti pemanis tenant, tapi dia bekerja dengan tujuan dapat membiayai kuliahnya.

“Saya bekerja di sini karena bayarannya lumayan. Sekitar Rp 1 juta per hari dan uang itu untuk bayar biaya kuliah saya,” kata mahasiswi Universitas Padjajaran, Bandung, semester tujuh ini.

SPG di Booth Djarum dalam turnamen Indonesia Open 2019

Kebetulan juga kampusnya tengah libur semester, sehingga dia punya waktu penuh untuk bekerja di Istora Senayan. Lagipula, orang tuanya juga mendukung selama bekerja dengan benar.

“Orang tua mendukung saja. Kan yang penting kerja benar,” ujar mahasiswi jurusan hukum ini.

Meski bertugas di booth Djarum, Josephine rupanya tidak terlalu menyukai olahraga bulutangkis. “Tak terlalu suka sih hahaha. Cuma ini kan kerja,” kata dia.

Berbeda dengan Josephine, Zena, 20 tahun, justru menjadikan pekerjaannya sebagai SPG Indonesia Open untuk menyalurkan minatnya kepada bulutangkis.

“Suka bulutangkis, kalau atletnya saya suka Jonatan Christie,” kata Zena, terpisah. Dia bertugas untuk menjaga salah satu permainan di booth foto.

“Sebenarnya hari ini saja di booth foto, sebelumnya, saya selalu di dalam Istora. Jadi enggak pernah lihat kalau atlet lewat depan hanya pas mereka main saja,” ungkap mahasiswi Trisakti, Jakarta ini.

“Kalau hasil kerja biasanya lumayan untuk beli make up, atau belanja-belanja,” dia menambahkan.

Idealnya SPG kerap menggunakan pakaian yang mini dan mengundang penonton atau pengunjung untuk berbuat iseng. Soal itu, baik Josephine dan Zena punya cara untuk mengantisipasinya.

“Kalau baju kan memang dari awal wawancara diberi tahu dan mencoba. Kalau tidak nyaman bisa (mundur). Soal penonton iseng pura-pura tak dengar saja. Ada juga yang suka bersiul atau minta foto bareng, tapi kalau ramai-ramai ada teman perempuannya tak masalah. Kalau sendiri tidak,” kata mahasiswi semester lima ini.

 

 

 

 

 

 

 

sumber : dtc

Loading...
Baca Juga :  Mahasiswi Cantik Tewas Dilindas Truk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *