Jurnal

Dede Farhan Aulawi: ‘Saat Kita Mendekati Kematian’

AKTAINDONESIA.COM, PUISI – Saat Kita Mendekati Kematian.

Loading...

 

 

Oleh : Dede Farhan Aulawi*

Sahabat…
Tak terasa waktu terus berjalan
Hari berganti hari, bulan berganti bulan
Akhirnya tahun berganti tahun
Jika kemarin kita masih menikmati Sekolah Dasar
Sampai Perguruan Tinggi
Lalu larut dalam kesibukan bekerja ….
Akhirnya kita sadar…bahwa kita semakin tua
Ketahuilah…
Saat waktu tersu berjalan
Sesungguhnya kita semua sedang mendekati gerbang kematian
Bukan maut yang menjemput kita
Tapi kita yang mendatangi maut
Usia kita semua sudah pasti
Sudah tertulis di catatan takdir sebelum kita dilahirkan
Artinya waktu kematian kita sudah pasti
Dengan cara apa, dimana dan kapan…
Sudah tentu semua menjadi rahasia Tuhan
Sahabat…
Ketahuilah dengan banyaknya perubahan dalam fisik kita
Lihatlah uban yang mulai tumbuh memenuhi rambut kita
Lihatlah kulit yang mulai keriput
Lihatlah otot – otot badan yang tak lagi sekuat dulu
Naik motor dan kehujanan…
Gampang masuk angin
Kena angin batuk – batuk…
Ternyata kita semua sudah mulai renta
Lihat juga anak – anak kita yang mulai tumbuh remaja
Bahkan mungkin ada yang sudah dewasa
Mereka yang dulu terlihat lucu dan munggil
Sekarang sudah punya keinginan sendiri
Sudah sulit lagi diatur sesuai keinginan kita
Ya karena semua telah berubah ….
Kita sudah semakin tua
Dan akhirnya…
Saat tiba waktunya….
Kita semua akan meninggalkan semua yang kita sayangi
Keluarga, harta, dan jabatan….
Hanyalah tinggal kenangan
Karena tidak ada satupun yang akan kita bawa ke liang kubur
Tidak ada lagi yang setia kan menemani kita
Kecuali amal sholih kita saat kita masih menghirup nafas panjang
Ya pada akhirnya semua akan berpisah…
Kita semua bertanggung jawab dengan apa yang pernah kita lakukan
Termasuk tanggung jawab dalam keluarga
Dan tanggung jawab akan amanah yang kita emban selama di dunia
Semoga kita bisa mempertanggungjawabkannya di akhirat kelak
Karena sungguh berat mengemban amanah ini
Jika kita seorang Ayah atau Ibu…
Kita pun akan dimintai pertanggungjawaban tentang anak – anak kita
Tidak ada yang lebih penting dalam hidup ini
Selain mewariskan pendidikan agama yang mulia buat anak – anak kita
Coba kita tanyakan…
Saat kita meninggal…
Apakah anak – anak kita sudah lancar membaca kitab suci ?
Sudah taat dalam melaksanakan ibadah ?
Apakah mereka yang akan memandikan jenazah kita ?
Apakah mereka yang akan mengkafani jasad kita
Apakah mereka yang akan memasukan tubuh kita ke liang kubur
Kira – kira apa yang akan dilakukan anak – anak sepeninggal kita
Apakah mereka tetap rukun ?
Atau justeru sibuk bertengkar memperebutkan harta warisan ?
Apakah akan tetap ibadah…?
Atau semakin jauh dari agama ?
Semua tergantung apa yang akan kita didik saat ini
Jakarta, 12 Desember 2018
*Komisioner KompolNas Republik Indonesia

 

Loading...
Baca Juga :  Kompolnas Sosialisasikan Safety Management System di Aceh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *