Coffee Morning Bersama Gubernur Riau di Lanud Rsn, ini Pesannya

AKTAINDONESIA.COM,  PEKANBARU – Bertempat di Pondo Pendopo Lapangan Golf Pagosita Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Gubernur Riau Drs. Syamsuar, M.Si Gelar kegiatan Coffee Morning bersama Kapolda Riau, Danlanud Rsn, Kantor Kajati Riau Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Junaidi M SSos MSi mewakili Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI M. Syech Ismed SE MHan Menghadiri undangan Coffee Morning Pimpinan DPRD Provinsi Riau dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau, Rabu (13/01). Kegiatan ini merupakan Agenda Rutin yang dilaksanakan sebulan sekali dengan tempat yang berbeda-beda, Kali ini Kajati Riau bertindak selaku Tuan rumah setelah DPRD dan Korem 031/WB.

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Riau, Drs. H. Syamsuar M.Si, Kejati Riau, DR. Jaja Subagja, SH., MH. Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro, Kapolda Riau, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi SH., SIK., MS, Danrem 0301/ WB, Brigjen TNI M. Syech Ismed, SE, MHan, Diwakili, Ketua DPRD Riau, Yulisman ,S.Si, Wakil Ketua DPRD Riau H. Syafarudin Poti SH, Hardianto, SE., Ketua Pengadilan Tinggi Agama dan jajaran Forkompimda lainnya.

Para Forkopimda Riau saling berdiskusi serius namun dalam suasana yang hangat terkait hal-hal kesehatan, ekonomi, keamanan dan hal-hal penting lainnya di Provinsi Riau.

Gubri, H. Syamsuar memaparkan update terkini perihal Covid-19 di Riau, “Saat ini upaya pemerintah untuk terus menekan angka covid ini adalah dengan gencar melakukan swab test, dan vaksinasi saat ini masih terus berjalan.

Gubernur Riau Syamsuar menginformasikan bahwa kasus aktif pada hari ini 6107, yang dirawat di RS 991, angka kesembuhan 87,4 persen ini yang harus kita kejar dan harus di atas 90 persen, karena tingkat nasional 92 persen, kemudian yang meninggal dunia 2,6 persen, kemarin sudah mencapai 1615.

Baca Juga :  Dosen Unilak Hadiri Konvensi Pavilion UNFCCC di Madrid

Lanjut Gubri, Alhamdulillah spesimen kita masih tinggi, bahwa pada bulan Mei kemarin spesimen kita mencapai 54,553, jadi apa yang diperintahkan oleh presiden RI telah kita laksanakan secara maksimal, jadi tertinggi spesimen kita adalah pada bulan Mei. Dari 54,000 ini yang terkonfirmasi positif 15,791, jadi bulan Juni ini harus menjadi perhatian kita bersama, karena beberapa hari ini karena memang tresing, treking dan testing kita tinggi memang sudah mencapai dari tanggal 1-2 Juni ini sudah tresting sudah mencapai 3446 ini sangat tinggi sekali. Kalau target WHO mencapai 1000 per minggu. Tapi kita 1 hari hanya mencapai 1500, oleh sebab itu mari kita tingkatkan.

Kemarin waktu rapat dengan Menteri Kesehatan RI, beliau mengatakan hati-hati dengan lonjakan yang diperkirakan antara lima minggu sampai dengan tujuh minggu yang akan datang, Secara nasional pasti akan terjadi. Karena itu perlu kita perkuat terutama pengawasan terhadap protkes serta penegakan hukum tetap terlaksana sampai saat ini, dan mari kita tingkatkan penyengatan dan pengawasan terhadap PPKM, sebab PPKM ini maksud dari bapak presiden jokowi dengan PPKM ini kita perkecil, perketat sampai ke tingkat RT, sehingga tentunya kita bisa mengendalikan di RT itu, jadi itu tujuannya, dan ini tidak akan menganggu ekonomi dan beda halnya dengan kita terapkan dengan pelaksanaan PSBB kemarin itu mengganggu ekonomi,

Sekarang ini tetap kita maklumi bahwa angka tertinggi adalah kota Pekanbaru, disusul dengan kota Dumai, dan Siak.

Kemudian angka Boor, dimana boor inilah nanti masyarakat akan mengetahui terutama yang berkaitan dengan treatmen yang disiapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu kami akan terus kontrol treatment ini agar nanti tidak terjadi adanya masyarakat kita yang tidak dirawat dirumah sakit terutama terhadap yang berat.

Baca Juga :  Proses Ganti Rugi Lahan Kelompok Tani Tenayan Indah Ditutup Pemko Pekanbaru Desember Tahun 2019 Lalu

Boor ICU kita saat ini secara riau masih 61 persen.

Isolasi yang di Rumah Sakit yang diluar ICU 54 persen, memang ini diharapkan kepada kita bisa menurunkan dibawah 50 persen, pinta Gubri.

ICU dengan hudolator ada 62 persen, ICU tanpa pilihan hodolator ada 61 persen.

Kemudian Gubri menyampaikan juga, bahwa kota Pekanbaru saat ini boor kita sangat tinggi sudah 72 persen, kenapa begitu, karena sebagian besar kabupaten/kota ini semuanya yang berat dibawah ke Pekanbaru. Jelasnya

Oleh sebab itu Gubernur minta agar masing-masing Rumah Sakit memperkuat ICU, menambahkan ruangannya, agar nanti tidak seluruhnya dibawa ke luar provinsi Riau.

Oleh karena Gubri himbau kabupaten/kota untuk memperkuat ICU dan menambahkan ruangan, jangan sekali-kali, sudah berat bawa ke Pekanbaru dan akhirnya rumah sakit Pekanbaru yang penuh.

Ruang ICU kota Pekanbaru ada 54 persen, Kampar 25 persen, dan ruang isolasi di Kampar 45 persen dan ini masih rendah karena dikit-dikit opor ke Pekanbaru, kepada seluruh forkopimda mari kita beri pemahaman supaya kabupaten kampar semangat dan ikut bertanggung jawab. Sedangkan Rohul Boor sudah tinggi 67 persen, karena ruang ICU nya hanya tiga dan sekarang sudah dua terisi, ruang isolasi 64 persen, Kuantan Singingi boor ICU masih ada dua tetapi kosong, dan isolasi 70 persen, antara Inhu dengan Kuansing tidak mau susah dengan cara langsung lempar ke atas artinya langsung kirim ke Pekanbaru. Kemudian ruang isolasi di Inhu sangat tinggi 85 persen,

sedangkan Inhil Alhamdulillah sangat bagus 50 persen, Isolasi 17 persen, Kepri ruang ICU nya belum ada sama sekali, dan ruang isolasi 80 persen sudah di angka tinggi sekali. Siak ruang ICU sudah 50 persen dan angka kematian termasuk tinggi, kemudian ruang isolasi sangat tinggi 82 persen, Bengkalis ruang isolasi 46 persen, ruang isolasi mandiri 1 persen yang banyak di Mandau dan Duri. Dumai ruang ICU 25 persen dan ini sudah menurun, Rohil sangat bagus juga dua ruang ICU masih kosong, isolasi 56 persen, Pelalawan ruang ICU 8 persen dan angka isolasi tinggi 74 persen.

Baca Juga :  Sulawesi Utara dengan Sederet Pulau Tanpa Nama

Kemudian Gubri, kaitan vaksinasi alhamdulillah berkat kerjasama kita semua sudah meningkat, pada tahap pertama, untuk tenaga kesehatan sudah 100 persen lebih, sedangkan tahap kedua sudah 93 persen, kemudian vaksinasi petugas publik 115,1 persen sedangkan tahap kedua 40,8 persen. Sedangkan yang masih rendah adalah lansia 4,9 persen, sedangkan tahap kedua baru 2,9 persen, untuk itu mari kita tingkatkan, ini disebabkan masih rendahnya pemahaman orang tua yang banyak masih simpang siur, apalagi dengan adanya kormodobid, idebetes, dan hifertensi.

Makanya saya berharap dan mohon kepada seluruh dokter untuk setiap minggu ada dokter memberikan edukasi kepada masyarakat, karena kalau dokter yang memberikan edukasi insya Allah masyarakat akan percaya.

Kalau kita tingkatkan vaksinasi ini mudah-mudahan bisa mengurangi angka penularan Covid-19, sekarang ini Alhamdulillah sudah ditambah oleh Menteri Kesehatan 100,000 lebih.

Lebih lanjut, Gubri mengajak seluruh Forkopimda Riau untuk ikut gencar melakukan sosialisasi 3M (Memakai Masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan) dan juga 3T (Test, Tracing dan Treatment) ke tengah-tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Riau mengapresiasi acara seperti ini dan mengharapkan ke depan dilakukan secara berkala dan kontinu, “Karena suasana diskusi dengan kehadiran lengkap Forkopimda ini menghasilkan banyak ide untuk bagaimana penularan Covid-19 ini cepat berangkat dari muka bumi ini dan juga memberikan gagasan untuk Riau lebih baik lagi” tutupnya.

__Terbit pada
03/06/2021
__Kategori
News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds