Cindaku

AKTAINDONESIA.COM, PADANG – Di kampung hitam, Air Pagu, kayu Aro, hidup satu keluarga yang sangat di takutin masyarakat sekitar nya, padahal mereka baik dan tidak pernah usil kepada masyarakat lingkungan, sang bapak yang bernama Dtk Limbong, seorang yang lembut dan ramah, dan sering ber interaksi dengan penduduk sekitar. Sang ibu Siti rubaiyah, adalah seorang bundo kanduang yang penuh kasih sayang, dia suka menyulam, memasak, bercocok tanam di kebun belakang rumah, sang anak Panduko alam, adalah anak yang baik, berbakti kepada orang tua, dan menghormati masyarakat sekeliling.

Kenapa masyarakat begitu segan kepada 3 anggota keluarga ini, setelah bertanya kesana-kemari, saya mendapat jawaban yang cukup membuat darah bergejolak. Ternyata mereka masih keturunan datuk Rimbo alam penguasa gunung Kerinci, Dtk Rimbo alam penguasa gunung Kerinci adalah murid Si Lamah Muncuang dari gunuang merapi. Dari Dtk Limbong, Dtk rimbo alam dan si lamah muncuang ternyata mereka pemilik ilmu sulih raga CINDAKU, ilmu ini sudah sangat langka dan sulit di dapat, ilmu ini sangat sulit di tandingin oleh ilmu sejenis lain nya.
Ilmu ini adalah, manusia bisa merubah wujud menjadi harimau, untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, ilmu bisa di turun kan setelah ber puasa 100 hari, Dan mendekatkan diri kepada SANG penguasa. Ilmu ini juga melatih emosi manusia, karena waktu ber sulih raga, emosi manusia akan berubah jadi emosi harimau, di sinilah perlunya melatih kestabilan emosi manusia.
Dulu nya ilmu CINDAKU ini di manfaatkan orang untuk menjaga hubungan antara manusia dan harimau hutan yang hidup berdampingan, CINDAKU inilah yang menjadi perantara antara manusia dan harimau hutan. Sampai akhir nya terjadi kesepakatan tidak tertulis antara manusia dan harimau hutan, untuk tidak saling menganggu dan saling mengalah kan, kesempatan ini berlansung lama, sampai akhirnya di khianati oleh manusia, mereka merambah hutan tempat harimau hidup, sehingga harimau kehabisan tempat tinggal dan stock makanan. Sehingga harimau turun ke kampung-kampung untuk mencari mangsa.
Salah satu ciri CINDAKU yang paling terkenal adalah, dia tidak punya garis bibir di bawah hidung, kalau CINDAKU mereka suka berbuat baik ke mahkluk lain, sehingga dia di sebut pahlawan dalam kategori khusus.

Baca Juga :  Ngarai Sianok Bukittinggi