China Luncurkan Kapal Induk Kedua Buatan Dalam Negeri

AKTAINDONESIA.COM, CHINA remi luncurkan Kapal induk kedua dalam sebuah seremoni yang dihadiri sekitar lima ribu orang.

Pengoperasian kapal perang yang diberi nama Shandong itu menempatkan China dalam kelompok segelintir negara yang memiliki sejumlah kapal induk. China bahkan dilaporkan tengah membuat kapal induk ketiganya.

Shandong merupakan kapal induk buatan dalam negeri yang pertama bagi China. Media pemerintah China, CCTV melaporkan seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (18/12/2019), peluncuran kapal ini dilakukan di Sanya, di bagian selatan Pulau Hainan, dalam seremoni yang dihadiri Presiden Xi Jinping.

China memiliki kapal induk lainnya yang bernama Liaoning, yang merupakan kapal induk bekas Uni Soviet yang dibeli dari Ukraina, yang mulai beroperasi pada tahun 2012 silam.

Menurut CCTV, sekitar 5 ribu orang menghadiri seremoni peluncuran pada Selasa (17/12) waktu setempat. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan saat bendera nasional dikibarkan.

Presiden Xi yang hadir dalam seremoni itu, menemui para personel militer di atas kapal perang tersebut.

Kapal induk sepanjang 700 meter itu berlabuh di Sanya yang bisa menampung beberapa kapal induk dan merupakan pelabuhan sejenis yang terbesar di Asia. Di Sanya juga terdapat pangkalan kapal selam nuklir Yulin.

Sebelumnya pada November lalu, otoritas China mengonfirmasi bahwa kapal induk Shandong telah berlayar melintasi Selat Taiwan untuk pelatihan rutin dan uji coba. Hal tersebut memicu kemarahan pemerintah Taiwan.

China yang memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, telah meningkatkan latihan militer di sekitar Taiwan sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menjabat pada tahun 2016.

Beijing saat ini tengah meningkatkan ambisi militernya dan pada bulan Juli lalu menjabarkan rencana pertahanan nasional untuk membangun militer yang berteknologi tinggi dan modern.

Baca Juga :  WNA 4 Negara Ini Dilarang Masuk Bandung

Anggaran pembelanjaan pertahanan China adalah yang terbesar kedua setelah Amerika Serikat — meskipun masih jauh di belakang — dan awal tahun ini menyatakan bahwa pihaknya berencana untuk meningkatkannya sebesar 7,5 persen pada tahun 2019.

__Terbit pada
18/12/2019
__Kategori
Internasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds