News

Buruh Asal NTT Terlibat Bentrok di Gianyar

AKTAINDONESIA.COM, DENPASAR – Pertempuran antar 2 kelompok buruh asal Sumba-NTT kembali terjadi di Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Selasa (23/7) sore.

Loading...

Akibat pertempuran antarburuh bangunan dari dua kelompok berbeda, namun sama-sama asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, tercatat tidak kurang dari sepuluh orang menderita luka-luka gores dan memar yang umumnya akibat terkena lemparan batu dan benda keras lainnya.

Perkelahian saling lempar batu dan benda keras lainnya baru terhenti setelah pihak Polsek Tegallalang datang melakukan tindak pembubaran paksa yang disertai penangkapan terhadap para pelaku pada sore itu sekitar pukul 17.00 Wita.

Petugas yang turun ke lokasi kejadian mengungkapkan bahwa pihaknya kini mengamankan 28 tersangka dari dua kelompok buruh bangunan yang berbeda lokasi kerja, yang sore itu terlibat aksi tawuran massal.

Informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan, menunjukkan bahwa perkelahian antarburuh bangunan tersebut diawali adanya aksi saling tantang lewat HP antara Kelompok Yacob (KY) dengan Kelompok Santo (KS), yang sama-sama asal Sumba.

Dikatakan, pada hari Minggu (21/7) lalu sekitar pukul 23.15 Wita, Yacob (39) yang bekerja dan tinggal di bedeng proyek milik I Made Mawa di Banjar Bangkiang Sidem, Gianyar, dihubungi lewat HP oleh Santo (25) dengan kata-kata akan menyerang ke proyek tempat Yacub dan kawan-kawan bekerja.

Selanjutnya pada hari Senin (22/7) sekitar pukul 16.00 Wita, Yacob berkunjung ke proyek tempat Santo dan kawan-kawan bekerja di Pasar Sayan, Gianyar, untuk maksud mencari temennya yang bernama Martin. Setelah ke Pasar Sayan, tak lama berselang Yacub kembali ke proyek di Bangkiang Sidem.

Masih pada hari yang sama sekitar pukul 23.15 Wita, sebanyak 12 orang yang tergabung dalam Kelompok Santo (KS) datang ke Bangkiang Sidem dengan menggunakan sejumlah sepeda motor. Namun baru sampai di depan Villa Jeliki, I Wayan Karsa, anggota Pecalang dari Banjar Bangkiang Sidem, yang curiga melihat mereka bergerombol, langsung mengarahkan agar mereka bubar.

“Jika kalian tidak mau bubar, saya akan laporkan ke Polsek Tegallalang,” ujar Wayan Karsa menggertak, membuat kawanan Santo secepatnya meninggalkan daerah Bangkiang Sidem.

Namun keesokan harinya, Selasa (23/7) sekitar pukul 16.30 Wita, sebanyak 13 anggota Kelompok Santo dengan mengendarai 7 sepeda motor dari Pasar Sayan, kembali datang ke Bangkiang Sidem dan langsung menyerang Kelompok Yacob yang sedang bekerja di proyek bangunan milik I Made Mawa tersebut.

Menurut saksi mata, setelah Kelompok Santo sampai di depan proyek I Made Mawa, tiba-tiba menyerang kelompok Yacob dengan menggunakan batu dan sajam. Tak pelak, sejumlah pemuda dari kedua kelompok mengalami luka benjol, gores dan memar di beberapa bagian tubuhnya akibat terkena lemparan batu.

Melihat itu, seorang warga setempat sempat memukul kentongan atau kulkul bulus tanda bahaya hingga puluhan warga berhamburan keluar rumah datang ke tempat kejadian. Warga bersama-sama pihak Polsek Tegallalang yang menyusul tiba, langsung menggiring dan menangkap kedua anggota kelompok yang terlibat perkelahian itu.

Sebanyak 28 orang terdiri atas 13 anggota Kelompok Santo dan 15 anggota Kelompok Yacob, kini diamankan pihak Polsek Tegallalang untuk pengusutan lebih lanjut. Sehubungan masih dalam pemeriksaan, polisi belum dapat menyebutkan motif yang mendorong mereka untuk saling berperang tersebut.

Loading...
Baca Juga :  Ada Pihak yang Diuntungkan dari Rusuh Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *