Archipelago News

Buka MTQ Desa Senggoro, Wabup Minta Jangan Hanya Seremonial

AKTAINDONESIA.COM.BENGKALIS — Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI tingkat Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis ditandai penekanan serine oleh Wakil Bupati Bengkalis H Muhammad, ST, MP di Astaka Utama tempat berlangsungnya MTQ tingkat Desa Senggoro di Jalan Bantan-Senggoro, tepat 20 meter dari Surau Nurul Falah, Sabtu (19/1/2019) malam.

Pembukaan itu terlihat Wabup Bengkalis Muhammad turut didamping Ketua MKA LAM Riau Kabupaten Bengkalis H Zainuddin Yusuf, Anggota DPRD Provinsi Riau Abdul Vattah Harahap, Kepala Desa Senggoro Basrah Hamid, Ketua LPTQ Kecamatan Bengkalis H Nurkholis, SH, dan seluruh kepala desa yang tergabung di Ikatan Kepala Desa se-Kecamatan Bengkalis.

Bertambah meriah lagi, saat serine yang dibunyikan disertai dengan menyalanya lampu hias dan letusan kembang api yang menjulang ke langit tepat diatas Astaka, selanjutnya diiringi tabuhan kompang alat musik tradisional Bengkalis.

Wabup Bengkalis Muhammad dalam sambutan resminya berharap, kegiatan MTQ yang dilaksanakan di Desa Senggoro ini harus ada sesuatu yang bisa merubah paradigma di masyarakat. Jangan MTQ tingkat desa hanya dijadikan rutinitas atau seremonialnya saja.

Akan tetapi, kata Muhammad perlu ditekankan kembali berkaitan dengan esensi atau output dari pelaksanaan MTQ. Karena hari ini MTQ sudah dialokasikan dananya, mulai dari tingkat desa, tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, tingkat provinsi sampai ke tingkat nasional. Tetapi apakah, hasil dari MTQ itu bisa merubah daripada prilaku masyarakat.

“Kegiatan MTQ tingkat desa Senggoro hingga desa lainnya. Saya berharap mesti ada sesuatu yang bisa merubah pardigma dimasyarakat. Jangan hanya MTQ ini dijadikan rutinitas dan seremonialnya saja. Tapi, Alhamdulillah tentunya harus turut dibarengi dengan pendalaman kita memaknai kandungan Al-quran itu, sehingga benar-benar menjadi pedoman hidup yang baik kedepan,”kata Muhammad.

Muhammad pada kesempatan itu memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada panitia pelaksana MTQ tingkat Desa Senggoro. Menurutnya kegiatan ini tentunya bisa menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan tali silaturahim antar sesama umat muslim di desa Senggoro.

Lebih lanjut, berkaiatan MTQ ini jangan esensi Al-quran sebagai kitab suci ini sebatas dipandang seremonial. Jika dipandang sisi seremonial, maka hasilnya juga akan seremonial. Maka dari itu butuh peningkatan aspek kehidupan dari tahun ke tahun dimasyarakat Islam di daerah ini.

“Pada kesempatan inilah dan momen-momen beginilah, mengambil hikmah secara mendalam, kita jabarkan dengan inilah kehidupan kita sehari-hari. Itulah yang paling perlu kita tingkatkan. Wajibkan diri kita itu untuk membaca Al-quran dan mengamalkannya, kita sendiri sebagai kepala keluarga harus wajib, ketika kita mengaku selaku umat Islam, ketika mengaku seorang muslim, laksanakan itu. Ini kadang-kadang perintahkan orang mengaji sementara kita enak-enakan nonton TV, kita wajibkan diri kita membuka al-quran itu, tidak bisa satu jus, satu halaman atau dua halaman, kalau tidak mulai dari sekaang kapan lagi, atau sampai menunggu malaikat maut datang,”katanya.

Wabup Muhammad menilai, pelaksanaan MTQ tingkat desa ini seperti diketahui secara seksama, seperti di Bengkalis kampung halaman. Melihat prilaku masyarakat masih belum berubah. Seperti peredaran narkoba yang hari ini belum menurun malah menjadi trend naik. Masalah narkoba ini menjadi tanggungjawab bersama.

Sehingga dari trend maraknya peredaran narkoba ini bisa diartikan. Siarnya dari makna kandungan Al-quran itu belum sampai ke semua sisi. Kemudian, sambung Muhammad, ada lagi yang namanya kenakalan remaja. Untuk kenakalan remaja ini justeru menjadi perhatian serius dari semua pihak.

“Prilaku pada masyarakat kita terutama maraknya peredaran-peredaran narkoba belum menurun. Malah ada trend naik. Ini menjadi tanggungjawab kita semua. Kenapa? Karena siarnya itu belum sampai ke semua sisi, kenakalan remaja, kita lihat ini meningkat. Maka perlu penjabaran-penjabaran dan misi dari MTQ ini, untuk menjadikan generasi muda yang qur’ani dan agamis dimasyarakat,”katanya.

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Islam di Kabupaten Bengkalis. Untuk kembali kepada ajaran Allah SWT.

“Mari kita kembali kepada ajaran Allah SWT, kita kembali ke ajaran Rosulullah. Ambil momen seperti itu seperti di MTQ ini, maknai kandungan Al-qur’an, untuk menjabarkan semua prilaku kehidupan, jauhi semua larangan Allah SWT dan perbanyak amal ibadah,”katanya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Senggoro Basrah Hamid dalam sambutannya mengatakan, melalui MTQ ini tidak harus bangga dengan kegiatan yang dibuat secara besar-besaran. Tapi hendaknya harus dimaknai dan mendapatkan nilai positif dari MTQ ini.

Menurut Basrah, MTQ ini diharapkan bisa menangkal prilahu anak-anak yang saat ini tergerus dengan teknologi dan sains, seperti gawai atau handphone, dimana anak-anak saat ini sangat bergantung teknologi itu.

“Zaman sains dan teknologi ini tidak bisa dielakkan, seperti adanya handphone dimana anak-anak kita mulai dari pagi sampai sore berkutat dengan handphone, melalui MTQ ini dan mempedomani Al-quran, mudah-mudahan ini dapat diantisipasi,”papar Basrah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *