Bocah SMP Korban Banjir Pekanbaru Belum Di Temukan

Bocah SMP Korban Banjir Pekanbaru Belum Di Temukan

Bocah SMP Korban Banjir Pekanbaru Belum Di Temukan

AKTAINDONESIA.COM, PEKANBARU – Suyoto tak menduga, pertemuan dengan anaknya Gilang, Selasa (11/12/2018) siang ini adalah pertemuan terakhirnya.

Pulang sekolah sekitar pukul 13.00 WIB, berselang sekitar satu jam, putranya itu dikabarkan tenggelam arus parit sungai hitam, Jalan Fajar Ujung, Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki.

Suyoto menuturkan, setelah pulang sekolah, Gilang sempat ganti baju, kemudian, langsung keluar rumah bersama teman-temannya.

Remaja usia 14 tahun itu, bahkan, tidak makan siang. ”Dia langsung pergi bawa tangguk, katanya mau cari ikan di parit,” ungkap Suyoto.

Baru saja pergi, tak lama kemudian, Gilang kembali kerumah untuk mengembalikan tangguk. ”Dia bilang batal cari ikan, dan langsung pergi,” ujar Suyoto, didampingi Sukmiatun istrinya, sambil berurai air mata.

Tak lama berselang, sekitar pukul 14.00 WIB, Suyoto sempat bertemu Daniel dan Putra teman anaknya biasa bermain. Bagai disambar petir, ia mendengar perkataan temannya, ”Gilang tenggelam”.

Suyoto mengungkapkan, sebenarnya Gilang tidak pandai berenang, sehingga, ia langsung hilang dengan kondisi parit meluap dan deras.

Menurut, teman korban Daniel, setelah tidak jadi menangguk ikan, ia dan Gilang serta putra kemudian mandi-mandi tak jauh dari kantor Camat Payung Sekaki.

”Gilang sudah dilarang berenang, tapi dia nekat dan langsung terjun,” ungkap Daniel.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger yang turun langsung ke tkp mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi sekitar pukul 14.45 WIB.

Saat ini, upaya pencarian sedang dilakukan tim gabungan Damkar, BPBD dan warga sekitar.

Baca Juga :  Cari Kotak Hitam Lion Air, Syachrul Anto Tewas

”Setelah dapat laporan kita langsung melakukan pencarian, namun sampai saat ini belum ditemukan,” ungkap Edwar Sanger.

Untuk upaya malam ini, kata Edwar Sanger, tim gabungan sedang berupaya melakukan pencarian dengan cara menyelam.

”Kita upayakan korban segera dapat ditemukan,” harap Edwar Sanger.

nury

leave a comment

Create Account



Log In Your Account