‘Berkelibut!’, Warga Payakumbuh Meninggal, Dimakamkan Dengan Protap Corona

AKTAINDONESIA.COM, PAYAKUMBUH – Salah seorang warga Kota Payakumbuh disinyalir berstatus PDP baru saja meninggal dunia di Rumah Sakit Achmad Moechtar (RSAM) Bukittinggi.Sabtu (04/04).

Mengenai informasi ini, Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh, Bakhrizal belum bisa memberikan keterangan. Saat dihubungi via seluler, ia mengaku tengah sibuk mengurus pemakaman jenazah(pasien corona, red).

“Nanti telepon lagi. Saya sedang mengurus pemakaman jenazah,” sebut Bakhrizal, kepada media, Sabtu.(04/04)

Ditanya soal jenazah PDP dari Bukittinggi, Bakhrizal mengatakan nanti akan diinformasikan lebih lengkap.

“Nanti diberikan info yang lengkap. Sekarang saya sedang mengurus pemakaman jenazah,” ucapnya.

Di grup whatsapp FP Karang Taruna Payakumbuh, Sabtu (4/4/2020) siang diberitakan pasien meninggal dunia yang berstatus PDP masuk ke Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina salam keadaan stroke pada subuh hari.

Kemudian tim medis melakukan rontgen dan melakukan pemeriksaan laboratorium Conaul dengan SP Paru. Hasilnya tidak mengarah pada Covid-19.

Setelah itu tim medis, melakukan wawancara kepada keluarga pasien. Dalam wawancara ini tidak ada yang mengaku dari daerah terjangkit.

Kemudian pasien dirujuk ke RS Achmad Moechtar dengan diagnosa stroke Hemoragig. Sesampai di UGD RSAM pasien diperiksa ulang dan kelihatan paru-paru penuh cairan.

Pihak medis RSAM pun melakukan wawancara kembali kepada keluarga pasien. Di sini barulah mengaku bahwa ada yang baru saja pulang dari daerah terjangkit yakni Jakarta.

Tidak lama dilakukan tindakan medis di RSAM, pasien meninggal dunia dan akan dimakamkan sesuai SOP penangaman pasien Covid-19.

Pihak RSAM meminta untuk pengiriman jenazah almarhum diiringi oleh pihak Satpol PP dan kepolisian.

Sedangkan untuk RS Yarsi Ibnu Sina, diminta untuk mendata semua petugas yang melakukan penanganan medis sebelumnya agar diisolasi, termasuk untuk mensterilkan tempat penerimaan pasien dan di non-aktifkan terlebih dahulu.

Baca Juga :  Aksi Protes Pedagang Pasar Kanopi, Kesepakatan Bersama Utamakan Upaya Pencegahan Penularan Covid-19

Jenazah berinisial E tersebut telah dimakamkan di pemakaman keluarga di Kelurahan Nan Kodok siang tadi, namun dokter, perawat dan keluarga yang menangani jenazah sejak awal sakit, dilakukan penelusuran dan semuanya akan dikarantina. Sesuai anjuran dari RSAM.

sad/

__Posted on
04/04/2020
__Categories
Corona

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds