Berikut 8 butir Maklumat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) mengadakan deklarasi di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020), dihadiri dan diikuti oleh sejumlah tokoh bangsa.

Dalam acara tersebut para tokoh bangsa yang tergabung dalam Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyampaikan 8 butir Maklumat.

Para tokoh bangsa yang hadir merupakan sosok yang tidak asing, karena sebelumnya mereka merupakan eks pimpinan lembaga pemerintahan dan juga putra-putri dari pimpinan lembaga negara. Mereka diantaranya adalah mantan Ketua MPR sekaligus mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais, eks Panglima TNI Gatot Nurmatyo, hingga putri Proklamator Muhammad Hatta, Meutya F. Hatta dan putri Presiden kedua RI Soeharto, Titiek Soeharto.

Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi pagi ini. Hadir banyak tokoh nasional sampai Dubes Palestina

Berikut 8 butir Maklumat KAMI sebagai berikut

1. Mendesak penyelenggara negara, khususnya Pemerintah, DPR, DPD, dan MPR untuk menegakkan penyelenggaraan dan pengelolaan negara sesuai dengan (tidak menyimpang dari) jiwa, semangat dan nilai Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yang di dalamnya terdapat Pancasila yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945, dan diberlakukan kembali melalui Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

2. Menuntut Pemerintah agar bersungguh-sungguh menanggulangi pandemi Covid-19, untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dengan tidak membiarkan rakyat menyelamatkan diri sendiri, sehingga menimbulkan banyak korban, dengan mengalokasikan anggaran yang memadai, termasuk untuk membantu langsung rakyat miskin yang terdampak secara ekonomi.

3. Menuntut Pemerintah bertanggung jawab mengatasi resesi ekonomi untuk menyelamatkan rakyat miskin, petani dan nelayan, guru/dosen, tenaga kerja bangsa sendiri, pelaku UMKM dan koperasi, serta pedagang sektor informal, daripada membela kepentingan pengusaha besar dan asing.

4. Menuntut penyelenggara negara, khususnya Pemerintah dan DPR, untuk memperbaiki praktek pembentukan hukum yang menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945. Kepada Pemerintah dituntut untuk menghentikan penegakan hukum yang karut marut dan diskriminatif, memberantas mafia hukum, menghentikan kriminalisasi lawan-lawan politik, menangkap dan menghukum berat para penjarah kekayaan negara.

Baca Juga :  Misteri Kematian Harun Korban Keganasan '22 Mei'

5. Menuntut penyelenggara negara untuk menghentikan sistem dan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta sistem dan praktek oligarkhi, kleptokrasi, politik dinasti, dan penyelewengan/ penyalahgunaan kekuasaan.

6. Menuntut penyelenggara negara, khususnya Pemerintah, DPR, DPD dan MPR untuk tidak memberi peluang bangkitnya komunisme, ideologi anti Pancasila lainnya, dan separatisme serta menghentikan stigmatisasi kelompok keagamaan dengan isu intoleransi, radikalisme, dan ekstrimisme serta upaya memecah belah masyarakat. Begitu pula mendesak Pemerintah agar menegakkan kebijakan ekonomi dan politik luar negeri bebas aktif, dengan tidak condong bertekuk lutut kepada negara tertentu.

7. Menuntut Pemerintah untuk mengusut secara sungguh- sungguh dan tuntas, terhadap pihak yang berupaya melalui jalur konstitusi, mengubah Dasar Negara Pancasila, sebagai upaya nyata untuk meruntuhkan NKRI hasil Proklamasi 17 Agustus 1945, agar tidak terulang upaya sejenis di masa yang akan datang.

8. Menuntut Presiden untuk bertanggung jawab sesuai sumpah dan janji jabatannya serta mendesak lembaga- lembaga negara (MPR, DPR, DPD dan MK) untuk melaksanakan fungsi dan kewenangan konstitusionalnya demi menyelamatkan rakyat, bangsa dan negara Indonesia

Selain nama-nama tersebut hadir juga sejumlah tokoh muda seperti eks Ketua Tim Anti Mafia Mahkamah Konstitusi Refly Harun, Dian Islamiati Fatwa, Koordinator BEM Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia Nur Eko Ilham Bintang, dan sejumlah duta besar negara sahabat.

Sementara komunitas yang hadir antara lain Komunitas UI yang dipimpin oleh Chandra Motik, komunitas buruh, komunitas Aspirasi, komunitas Mujahidah Priangan, Forum Purnawirawan Baret Merah, Komunitas Masyarakat Tionghoa, Ustadzah Peduli Negeri, Forum Alumni Perguruan Tinggi Indonesia, dan Forum Rektor Perguruan Tinggi Indonesia.

Satu hal yang menarik dari acara Deklarasi KAMI itu adalah di awal pelaksanaannya. Di mana, dilakukan Upacara Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, dan menugaskan putri Bung Hatta, Meutia F. Hatta membacakan langsung Teks Proklamasi Kemerdekaan RI.

Baca Juga :  Pemuda di Boyolali Perkosa Dan Bunuh Rekan Keja

Sedangkan menantu Bung Hatta, Sri Edi Swasono, menjadi pemimpin saat para peserta upacara menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Selain itu, ada pula mantan Menteri Kehutanan M.S. Ka’ban yang bertugas membacakan Teks Pancasila. Usai Upacara Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI tersebut, dilakukan pembacaan Jati Diri KAMI oleh Ketua Komite Kerja Panitia Deklarasi Maklumat KAMI Ahmad Yani, dan setelah itu sejumlah tokoh membacakan Maklumat Menyelamatkan Indonesia.

Mereka yang membacakan Maklumat Menyelamatkan Indonesia antara lain oleh Ketua Umum PP Wanita Islam Marfuah Musthofa, Raja Samu-Samu, Maluku Benny Ahmad, mantan Ketua Komnas HAM Prof. Dr. Hafid Abbas, Ichsanudin Noorsy, Lieus Sungkharisma, Nurhayati Assegaf, Prof. Chusnul Mariyah, Moh Jumhur Hidayat, Wakil Ketua Umum Persis Ust. Jeje Jainudin, Jubir Presiden Gus Dur Adhie M. Massardi, mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua, Said Didu, Syahganda Nainggolan, dan Rocky Gerung.

Acara Deklarasi diakhiri dengan penyampaian sambutan Presidium KAMI, yaitu Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof. Dr. Din Syamsuddin, mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, dan tokoh NU Rochmat Wahab. Setidaknya ada 150 tokoh yang bersepakat untuk bergabung dalam KAMI.

__Posted on
18/08/2020
__Categories
Nasional

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds