Berikut 4 Rektor Termuda di Indonesia

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Pimpinan Lembaga pendidikan tinggi atau perguruan tinggi di Indonesia mempunyai sejarah dari masa ke masanya, apa lagi yg menjadi sorotan akhir-akhir ini ada rektor impor, rektor perempuan dan lain-lain.

Di dunia pendidikan Indonesia kembali hadir juga sosok rektor termuda, Risa Santoso. Rektor di Indonesia terpilih dengan seleksi yang sangat ketat, tidak sembarangan orang bisa menjabat sebagai rektor.

Latar belakang pendidikan yang berkualitas dan ditambah dengan pengalaman yang luar biasa, menjadi salah satu syarat menjadi rektor.

Di Indonesia terdapat jajaran rektor termuda dengan berbagai latar belakang yang berkualitas.

Inilah daftar rektor termuda di Indonesia:

1. Risa Santoso

Risa Santoso, lahir pada 27 Oktober 1992, lulusan kampus ternama yaitu S1 University Of California Amerika Serika, jurusan Ekonomi. Selanjutnya S2 Harvard University jurusan Pendidikan, melalui beasiswa Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP). Tidak hanya itu Risa juga pernah menjadi staf di kantor Presiden, menjabat sebagai tenaga ahli muda. Bahkan Risa merupakan inisiator dari ASIA interprenunership Training Program, merupakan program akselerasi kerjasama dari Swiss dan Indonesia.

Kini diumur 27 tahun Risa sudah menjabat sebagai rektor di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) di ASIA Malang. Dilantik pada 2 November 2019 dan sekarang menjadi rektor termuda se Indonesia. Namun sebelum menjadi rektor Risa pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Bisnis di Kampus ASIA. Keinginannya untuk terjun ke dunia pendidikan akhirnya bisa terwujud dengan menjadi rektor di Institut Teknologi dan Bisnis.

2. Riki Saputra

Riki Saputra kelahiran 13 Desember 1982 Bukittinggi, Sumatera Barat. Dia merupakan lulusan Aqidah Filsafat IAIN Iman Bonjol Padang pada 2005. Pada 2008 Riki melanjutkan studi pascasarjana di kampus yang sama dan meraih gelar Master Filsafat Islam.

Baca Juga :  Iriaty Khairul Ummah, Perempuan Ini Vonis Mati 2 Gembong Narkoba

Kemudian mendapatkan gelar Doktor Ilmu Filsafat di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada 2015. Riki membuat disertasi berjudul “Krisis Spiritual Manusia Modern dalam Perspektif Filsafat Perennial Huston Smith”.

Riki pernah aktif di Majelis Sinergi Islam dan Tradisi (MAGISTRA) di Indonesia. Lalu melahirkan sejumlah buku, di antaranya berjudul Tuhan Semua Agama, Perspektif Filsafat Perennial, dan Menggagas Mazhab Kelimuan Minangkabau.

Pada umur 36 tahun Riki ditetapkan menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) pada 7 Febeuari 2019. Sebelum menjadi rektor Riki pernah mengajar di UMSB pada 2014, dan menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana UMSB pada 2018. Sebagai rektor Riki berencana membuka Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam dan membuka prodi baru.

3. Firmanzah

Firmanzah lahir pada 7 Juli 1976 di Surabaya. Lulusan Universitas Indonesia jurusan Manajemen pada 1998, selanjutnya lulus Magister Manajemen pada 2000. M. Phill of Organisation and Manajemen Strategic, University of Lille pada 2005, Program Doktoral dalam strategic and Manajemen International (UUPA).

Firmanzah merupakan profesor termuda dan merupakan mantan dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2009-2012.I a juga pernah menjabat sebagai staf ahli ekonomi pada era Susilo Bambang Yudhoyono pada 2012-2014.

Firmanzah terpilih menjadi rektor Universitas Paramadina pada 2015, menggantikan Anies Baswedan yang sebelumnya juga menjadi salah satu rektor termuda di Indonesia. Tujuan Firmanzah menjadi rektor ingin mewujudkan Universitas Paramadina sebagai kampus yang independen dan kultural. Bertekad untuk membawa Universitas Paramadina ke tingkat yang lebih tinggi dan bertaraf Internasional.

4. Anies Baswedan

Anies Baswedan lahir pada 7 Mei 1969 di Kuningan. Dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta masa jabatan pada 2017-2022, dan menjabat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada periode 2014-2016. Kemudian pernah tercatat menjadi rektor termuda di Indonesia.

Baca Juga :  Hafith Syukri, Sosok Pemimpin Harapan Masyarakat Rokan Hulu

Lulusan Fakultas Ekonomi, Universitas Gajah Mada ini pernah terpilih menjadi ketua senat Universitas pada kongres 1992. Pada 1993, Anies mendapatkan beasiswa dari JAL Foundation untuk mengikuti kuliah musim panas di Shopia University Tokyo, dalam bidang kajian Asia. Setelah lulus kuliah, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM. Sebelumnya dia mendapatkan beasiswa Fulbright dari AMINEF untuk melanjutkan kuliah masternya dalam bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, University of Marlyland, College Park pada 1997. Anies lalu melanjutkan kuliah di Northern lllionis University bidang Ilmu Politik pada 1999.

Pada 15 Mei 2007, Anies dilantik menjadi rektor Universitas Paramadina, pada usia 38 tahun dan tercatat menjadi salah satu rektor termuda di Indonesia. Anies mempunyai program beasiswa untuk para mahasiswa meliputi biaya buku, kuliah, dan biaya hidup. Gebrakan yang Anies lakukan adalah menambahkan mata kuliah anti korupsi, karena didasari oleh persoalan bangsa ini yaitu praktik korupsi, yang diajarkan adalah kerangka teoritis sampai laporan investigatif tentang praktik korupsi.

Itulah daftar rektor termuda yang ada di Indonesia. Dengan latar pendidikan yang berkualitas seseorang bisa saja menjadi rektor di masa mendatang dengan niat dan tekad yang kuat untuk mencapai sebuah keinginan.

__Posted on
06/11/2019
__Categories
Profile

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds