Banjir Longsor di Solok Selatan, 6000 Jiwa Terisolasi

AKTAINDONESIA.COM, SOLOK – Hujan deras yang mengakibatkan banjir longsor di Solok Selatan sejak Rabu 20 November sampai 22 November telah meluluhlantakkan
setidaknya 14 nagari dengan kerugian puluhan milyar.

Kaji Cepat Tim BPBD, Senin, 25 November 2019 menyebutkan kronologis kejadian dan sekaligus mendata daerah yang terkena longsor dan banjir tersebut.
Data dari BPBD menyebutkan terdapat 1706 kk/ 8809 jiwa terdampak banjir dan 46 kk/350 jiwa terdampak longsor di Nagari Pakan Rabaa Timur.

Ada 330 jiwa warga mengungsi akibat tanah longsor.
Wartawan Semangatnews yang terjun ke lokasi melaporkan kondisi terkini Banjir dan Longsor terdapat pada Nagari Pakan Rabaa Timur yang menimbulkan Longsor pukul 22.00 WIB akibat hujan lebat dengan intensitas tinggi.

Longsor terjadi di 10 titik jalan kabupaten yang menghubungkan antar jorong atau dusun di Nagari Pakan Rabaa Timur.
Banjir juga menghanyutkan 3 unit rumah, 1 Mobil, dan 2 Motor, sedangkan akses 2 jorong terisolir
Hujan intensitas tinggi mengakibatkan debit air meningkat pada Sungai Batang Suliti dan Sungai Pangkua yg pada banjir 20 November 2019 dan 22 November 2019, dan kembali meluap tanggal 24 November 2019 .Akibatnya jembatan yang ada disitu tidak bisa dilalui.

Semua ini mengakibatkan terputusnya akses untuk 6000 jiwa menuju permungkiman, sekolah dan perkantoran (SMA 5 Sol Sel, MTSN Pakan Rabaa, SD 09 Sungai Pangkua dan Kantot KUA Pakan Rabaa).
Adapun jumlah pengungsi 330 orang yang tersebar pada Sapan Salak 100 orang, Air Batuang 60 orang, Sapan Batu 70 orang, Pasir Panjang 70 orang
dan Balai Adat 30 orang. Tercatat 15
balita di pengungsian.

Data kerugian adalah 1952 unit rumah terendam, 18 unit rumah rusak berat, 5 unit rumah rusak sedang, 3 unit rumah rusak ringan.
Fasilitas kantor 2 unit, 7 unit sekolah, 5 unit mesjid, 5 buah jembatan rusak, 2 buah irigasi dan 29 hektar sawah dan 60 meter jalan.

Baca Juga :  Jembatan Darurat Padang-Bukittinggi Diuji Coba

Akibat bencana ini Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah menetapkan Status Tanggap Darurat selama 14 hari terhitung tanggal 22 November s.d 5 Desember 2019.

__Posted on
28/11/2019
__Categories
News

Author: Akta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PropellerAds