Balai Bahasa Dan Unilak Gelar Seminar Nasional Bahasa Indonesia

AKTAINDONESIA.COM, PEKANBARU – Universitas Lancang Kuning Pekanbaru melaksanakan seminar nasional. acara ini bekerjasama dengan Balai Bahasa Provinsi Riau, dengan tema menjulang bahasa Indonesia sebagai kekuatan bangsa

Seminar nasional ini diikuti oleh lebih dari 150 Mahasiswa, dan 48 guru SMP/SMA yang ada di Riau. Sebagai narasumber yaitu kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan epublik Indonesia Prof.Dr. Dadang Sunendar.M.Hum, Ketua Majelis kerapatan Adat LAM Riau, Al Azhar, wakil dekan II FIB Unilak Dr. Evizariza. M.Hum Turut hadir Rektor Unilak Dr.Junaidi.S.S.MHum, dekan FIB Hermansyah.S.S.MA, kepala Balai bahasa Riau, Drs,Songgo A Siruah.M.Pd dan sejumlah dosen di lingkungan Unilak.

Seminar diawali dengan penampilan pembacaan syair Melayu oleh mahasiswa FIB. Kepala Balai Bahasa Riau diawal seminar mengatakan bahasa Indonesia adalah simbol negara, dan telah diatur di UU. Balai bahasa bergerak lintas kementerian dan lembaga negara, yang dihubungkan oleh bahasa,dan sekarang setiap dokumen resmi harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia akan direncanakan menjadi bahasa internasional di tahun 2045.

Rektor Unilak,Dr.Junaidi.S.S .M.Hum

Dikatakan, Songgo, kontribusi orang Melayu bagi Indonesia adalah bahasa Melayu yang digunakan sebagai lahirnya bahasa Indonesia,yang tidak dapat diukur dengan material, jadi kita harus merawat Bahasa Indonesia, karena ini adalah bingkai pemersatu bangsa Indonesia. Sebut Songgo.

Ditempat yang sama rektor Unilak,Dr.Junaidi.S.S .M.Hum dalam sambutannya menerangkan bahwa di Unilak memiliki 19 prodi S1, dan dua diantaranya prodi sastra yaitu, sastra daerah, dan sastra Indonesia. Kami menyambut baik adanya’ seminar ini, di Riau Fakultas ilmu budaya(FIB) adalah yang mengambil muatan lokal, dan insyallah kami akan mereposisi sastra Melayu akan menjadi bahasa Melayu sehingga akan menjadi muatan lokal di Riau.

Baca Juga :  Unilak dan 4 Universitas Jalin Kerjasama Tri Dharma PT

“Saya berharap kegiatan ini betul betul membangkitkan perhatian kita untuk memperhatikan bahasa Melayu dan bahasa Indonesia.
Bagi kita bahasa Indonesia dan bahasa Melayu sangat erat, kontribusi besar orang Melayu bagi Indonesia adalah bahasa Melayu.
FIB akan bermitra dengan Balai Bahasa untuk malaksanakan uji kompetensi bahasa Indonesia”. Sebut Rektor Unilak.

Salah satu narasumber, Prof. Dr. Dadang Sunendar, yang juga guru besar UPI Bandung, mengatakan, penjagaan dan perawatan bahasa Melayu hari harus terus dilakukan, keberadaan bahasa Melayu di Riau tertanam dan terjaga dan bahkan dipelajari dalam muatan lokal pendidikan dan jangan lupa sastra nya juga perlu dijaga, dan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“jika satu bahasa kita punah maka sastra juga akan hilang, kearifan lokal, dan muatan lokal bisa hilang juga, ini tugas badan perubukuan dan bahasa untuk terus menjaga”. sebut Prof. Dadang.

Dijelaskan Prof.Dadang di Indonesia ada 718 bahasa daerah, 408 ada di Papua dan Papua barat. Indonesia adalah negara no dua terbanyak memiliki bahasa, yang nomor satu adalah Papua Nugini, jadi bisa dikatakan pulau Papua adalah surga bagi para peneliti bahasa.

Kegiatan seminar berlangsung menarik, guru dan mahasiswa antusias menggali pengetahuan dan bertanya ke narasumber. Di seminar ini Rektor Unilak turut memasangkan tanjak kepada kepala balai bahasa Riau dan Prof.Dr.Dadang Sunendar.
Yang dilakukan oleh Unilak bisa di jadikan contoh dan saya pernah

__Terbit pada
26/11/2019
__Kategori
Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds