Bahagia dan Senang, Bagaikan Telur dan Kotoran Ayam

Bahagia dan Senang, Bagaikan Telur dan Kotoran Ayam

Bahagia dan Senang, Bagaikan Telur dan Kotoran Ayam

AKTAINDONESIA.COM – Seluruh manusia di dunia tentunya punya tujuan dalam kehidupannya. berbagai macam tujuan sebagai harapan bagi setiap manusia tentu juga berbeda-beda antara suatu manusia dengan manusia yang lain. Telur dan Ayam

Berbagai masalah dan aral serta rintangan adalah sebuah keniscayaan dalam mencapai kehidupan. Masalah-masalah yang datang pun bukanlah datang tiba-tiba tanpa alasan, Islam mengajarkan kepada kita bagaimana mengintrospeksi diri ketika ditimpa musibah.

Ketika kita terjatuh tiba-tiba atau terpeleset misalkan adalah merupakan ujian atau cobaan dari Allah, terpeleset bukanlah hal yang secara begitu saja tiba-tiba tanpa alasan.

Makanya diberi cobaan semacam itu kita diajarkan untuk mengucapkan istghfar ( astaghfirullah ), ucapan istighfar merupakan tingkat penghambaan diri yang sangat sederhana dengan mengakui serta mintaa ampun atas salah-salah yang telah diperbuat baik secara disengaja ataupun tidak.

Adalah iman dan Islam yang selalu ada didalam diri sebagai prasyarat kehidupan dengan tujuan yang sama dalam tujuan mencapai rido Allah SWT.

Keridhoan Allah merupakan puncak dari tujuan hidup bagi manusia.

Dalam bahasa sosial kita mengenal bahagia (happynes). Dalam Alqur’an dibahasakan dengan sebutan hasanah yang berarti puncak dari kebaikan.

Rasa bahagia dan kebahagiaan adalah manifestasi dari keridhoan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain bahagia kita juga mengenal kata senang, secara umum dan sepintas dua kata ini (Bahagia dan senang) hampir serupa, namun ketika ditilik dari value (nilai) yang terkandung dalam dua rasa dan ekspresi ini tentulah jauh berbeda.

Sebagai tujuan hidup, bahagia akan berada pada maqam (posisi) yang berbeda dengan senang. Seorang yang senang belum tentu bahagia, namun seorang yang bahagia akan merasakan senang (kesenangan) sebagai bonus dari rasa yang ditimbukan dari kebahagiaan.

Baca Juga :  Ustadz Tri Bicara Tatanan Kehidupan Islami

Seseorang peternah ayam petelur dengan tekunnya memelihara, menjaga dan merawat ayamnya sehingga tujuannya untuk menghasilkan telur dengan jumlah dan kualitas yang maksimal akan tercapai, semua langkah pemeliharaan tentu dilakukan demi tercapai tujuanya menghasilkan telur (impiannya).

Sekalipun hanya imbas dari pemeliharaan atau beternak ayam namun seorang peternak tentu juga akan mendapatkan kotoran ayam, yang juga punya nilai (value), sekalipun harganya murah namun tetap akan menjadi tambahan penghasilan bagi seorang peternak.

Agak lucu kiranya kalau peternak ayam mempunyai tujuan atau impian hanya untuk mendapatkan kotoran ayam dalam proses peternakan yang ditekuninya.

Begitulah pengibaratan antara bahagia dan senang, bahagia (telur ayam) merupakan tujuan utama dalam kehidupan, bukan lah senang (kotoran ayam) sebagai tujuan.

Keridhoan Allah adalah puncak dari kenikmatan yang terkadang secara tidak sadar kita melakukan semuanya untuk hal tersebut.

Seorang muslim yang beriman akan meneguhkan hatinya dalam mencapai keridhoan Allah.

Kalaulah pun ada surga dan kenikmatan kehidupan hanyalah merupakan imbas barangkali sebuah keniscayaan yang akan diterima pada puncak keridhoanNYA. Semoga Allah selalu memberikan petunjuk kejalan yang lurus manakala kita menyimpang. Wallahu a’lam bishawab

 

Kutipan ceramah ;
DRS. SRI SAKTI/Ustadz Tri
– Sekretaris Umum IKMI Prop. RIAU
– Caleg PBB DPRD Riau Dapil Pekanbaru nomor urut 1

Admin

aktaindonesia.com adalah portal media online yang melayani informasi dan berita dengan mengutamakan kecepatan serta kedalaman informasi. Portal berita ini selama 24 jam dalam sepekan selalu update. Selengkapnya

leave a comment

Create Account



Log In Your Account