Aturan Perayaan Natal 2020 Dari Menag

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Sebentar lagi umat Kristiani di Indonesia akan merayakan Natal. Namun mengingat penyebaran virus Covid-19 yang masih sangat massive, pemerintah mencoba untuk melakukan segala upaya pencegahan, termasuk menghimbau gereja-gereja dan seluruh umat Kristiani untuk tetap waspada.

Oleh karena itu, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi secara resmi menerbitkan Surat Edaran Menteri Agama No: S. 23 Tahun 2020. Di dalam surat ini, Fachrul menekankan prioritas utama pemerintah untuk menjamin kesehatan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia. Sehingga tujuan penerbitana surat ini adalah sebagai bentuk kebijakan pemerintah untuk memastikan berlangsungnya kegiatan ibadah dan perayaan Natal di masa pandemi Covid-19 dengan baik.

Dari 5 butir utama yang disampaikan Menag Fachrul, terdapat 3 larangan keras yang ditekankan di dalamnya diantaranya:

1. Menghindari terjadinya kerumunan di rumah ibadah, sehingga umat Kristen bisa menjadi contoh terbaik dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

2. Tidak diperbolehkan mengadakan ibadah Natal di gereja jika wilayah sekitar berada dalam zona merah ataupun kuning.

“Meskipun daerah tersebut berstatus Zona Kuning, namun bila di lingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid-19, maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan menyelenggarakan ibadah berjemaah/kolektif,” kata Fachrul.

Sementara umat Kristiani dipersilahkan merayakan ibadah Natal di gereja masing-masing jika situasi di wilayahnya berstatus zona aman serta wajib mematuhi protokol kesehatan yang berlaku.

3. Anak-anak, orang tua yang memiliki riwayat penyakit tertentu tidak diperbolehkan menghadiri ibadah Natal tatap muka.

Baca Juga :  2 Pelaku Narkoba Diciduk Resnarkoba Polres Kampar Riau
__Terbit pada
16/12/2020
__Kategori
Nasional, News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds