News

Ancaman Pidana Mengintai Kominfo

AKTAINDONESIA.COM, JAKARTA – Pemerintah memblokir layanan data di Papua dan sekitarnya Kebijakan pemblokiran layanan data telekomunikasi di Papua dan Papua Barat mendapat kritikan dari masyarakat sipil antara lain dari Safenet dan LBH Pers. Direktur LBH Pers Ade Wahyudin mengatakan pemblokiran tersebut dapat memutus akses bagi pemantau HAM dan jurnalis terhadap kondisi di Papua yang dapat berujung pada kurangnya pengawasan kondisi di Papua. Di samping itu, masyarakat juga dirugikan karena tidak dapat berkomunikasi dengan keluarganya untuk memastikan keamanan mereka.

Loading...

Belum lagi, kata Ade, jika berkaca pada pelambatan akses internet pada Senin lalu, dasar kebijakan yang digunakan pemerintah juga tidak tepat. Terutama klaim Kemkominfo soal hoaks “Polres Surabaya menculik 2 pengantar makanan untuk mahasiswa Papua.” Ade menjelaskan klaim sepihak ini dapat membuat Kemkominfo berpotensi digugat oleh pengacara hak asasi manusia Veronica Koman yang dituding menyebarkan hoaks.

“Ada beberapa potensi hukum, kalau misalkan itu benar dari unsur pencemaran nama baik, fitnah dan menyebarkan berita bohong. Dari pasal-pasal itu saja sudah jelas bisa masuk,” jelas Ade Wahyudin.

Terkait informasi bohong yang disebarkan Kemkominfo ini, Veronica Koman mendesak Kemkominfo untuk meminta maaf secara terbuka. Sebab, kata dia, kementerian telah mencemarkan nama baik dan kredibilitasnya dengan menyebut informasi yang disampaikan sebagai hoaks.

“Saya cek di laman Kominfo itu kok belum diralat. Ini kan gara-gara disinformasi dari Kominfo itu mencemarkan nama baik, kredibilitas saya. Termasuk juga informasi yang sudah saya sampaikan,” jelas Veronika.

Veronica mengatakan tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah hukum, jika Kemkominfo tidak meminta maaf secara terbuka dengan segera.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

voaindonesia.com

Loading...
Baca Juga :  Kasus Papua, Jokowi Instruksikan Kapolri Ambil Tindakan Tegas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *