Kolom

Analisa Pilkada Kabupaten Agam 2020

Analisa Pilkada Agam 2020

PropellerAds
Loading...

Oleh : Ardinal Bandaro Putiah

AKTAINDONESIA.COM, AGAM – Menganalisis Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Agam 2020 mendatang menjadi sesuatu yang cukup menarik untuk diperbincangkan.

Penulis berangkat dari fenomena Pileg dan Pilpres yang baru selesai, sepertinya akan berdampak sangat signifikan terhadap persepsi yang mempengaruhi sikap pemilih dalam pilkada nantinya.

Pilpres 2019 menjadi pemilihan Presiden yang terpanas dalam sejarah perjalanan negeri ini sejak pemilihan langsung dilaksanakan. Agam menyumbangkan suara untuk pasangan Prabowo dan Sandiaga Uno sebesar 90,1 persen atau 231.561 suara, sedangkan pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin sebesar 9,9 persen atau sebanyak 25.520 suara.

Apapun hasil keputusan MK akan menjadi catatan penting bagi masyarakat pemilih, jika yang dimenangkan adalah kubu Jokowi atau Paslon 01, akan menjadikan massa pemilih terkonsolidasikan dengan sendirinya, apa lagi pasangan 02 yang menjadi pemenang. Sepertinya hasil ini akan menjadi sebuah dendam yang tidak akan berkesudahan.

Dampak dari Pilpres terlihat dari komposisi kursi yang ada di DPRD Agam untuk 2019-2024. Di koalisi 02 sementara waktu Gerindra mengalami lonjakan perolehan kursi dari 4 menjadi 9 kursi, PKS dari 6 kursi menjadi menjadi 7 kursi, PAN masih bertahan dengan jumlah sebelumnya yakni 6 kursi, sedangkan Demokrat mengalami penurunan dari 9 kursi menjadi 7 kursi. Pendatang baru Berkarya berhasil memperoleh 1 kursi. Jadi total kursi yang diraih oleh kubu ini sebesar 30 kursi dari 45 kursi yang ada.

Sementara di kubu 01, Nasdem yang dulunya memiliki 4 kursi harus kehilangan dua kursi, begitu juga dengan Golkar dari 7 kursi juga harus merelakan kehilangan dua kursi. Hal senada juga terjadi dengan Hanura yang dulunya 3 kursi harus kehilangan 2 kursi, sementara PBB masih bertahan dengan perolehan kursi lama yakni 2 kursi.

Yang menarik dari kubu ini adalah perolehan suara PPP. Gonjang ganjing yang terjadi dalam tubuh Partai ini menjelang pemilu nampaknya tidak berpengaruh, nyatanya perolehan kursi PPP bertambah dari 4 kursi sebelumnya menjadi 5 kursi.

Sepertinya koalisi kosong 02 akan mengalami perubahan jika keputusan MK memenangkan kubu 01. Manuver dari Demokrat dan PAN sepertinya akan dicermati oleh massa. Sikap bergabungnya Demokrat dan PAN dalam kubu Jokowi akan menjadi catatan kritis oleh masyarakat.

Jika hal ini yang terjadi, tinggallah Gerindra dengan PKS dalam koalisi 02 ditambah dengan Berkarya. Pertanyaannya sekarang adalah apakah koalisi ini akan menjadi koalisi yang permanen dari pusat sampai ke daerah? Sepertinya itu baru akan terjawab lagi-lagi pasca keputusan MK.

Seandainya iya, problem yang muncul adalah siapakah yang akan dimajukan?. Apakah Trinda Farhan Satria sebagai incumbent dengan posisi Wakil Bupati saat ini, ataukah dari Gerindra untuk posisi Agam 1 tersebut.

Jika Incumbent menjadi yang nomor satu, pertarungan klasik sepertinya akan jadi penentu cukup kuat yakni antara barat dengan timur.

Hal yang menarik lainnya adalah tentang kubu 01, jika koalisi ini kompak dan menggadang Drs.

Martias Wanto, Sekda saat ini di dapuk untuk maju sebagai Bupati dan mengambil wakil dari timur yang cukup berpengaruh, misalnya berpasangan dengan Ismail Novel jika beliau bersedia, pasangan ini sepertinya akan mengubah peta pertarungan dari isu-isu pertarungan dua kubu itu.

Sementara itu pasangan Andriwarman dan Irwan Fikri yang sudah mulai memunculkan diri harus memastikan kepastian dukungan tambahan dari partai lain, untuk bisa mulus melaju sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati.

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati ini ada kemungkinan bisa bertambah satu pasang lagi jika kubu 01 tidak mengalami kesepakatan untuk mengusung secara bersama-sama calon yang akan diajukan tersebut.

Semua hasil analisis ini hanyalah bahagian kecil dari begitu banyak kemungkinan yang muncul. Bagaimapun juga, tidak menjadi rahasia lagi yang menentukan itu bukanlah petinggi partai yang ada di daerah, tapi masih tetap Jakarta.

Wallahu ‘alam.

(dnq)

 

 

 

 

Sumber : covesia.com

Loading...
Baca Juga :  Alasan Haram Mengucapkan Selamat Natal Bagi muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *