Aksi Rektor Uniba Solo Ikut Demonstrasi Hingga Lepas Seragam

AKTAINDONESIA.COM, SOLO – Aksi gabungan mahasiswa, dosen, karyawan hingga Rektor Universitas Islam Batik (Uniba) Solo yang menuntut agar Yayasan Batik Perguruan Tinggi Islam Batik (Yapertib) transparan dalam mengelola dana. Pihak yayasan menyatakan siap diaudit terkait anggaran.
Sebelumnya, aksi demonstrasi di halaman kampus Uniba menuntut salah satunya terkait transparansi dana. Disebutkan oleh demonstran bahwa banyak kegiatan macet karena dana tidak bisa cair. Sebagai bentuk protes, rektor Uniba Solo Dr Pramono ikut berorasi dan menyatakan mundur serta melepas seragam Uniba Solo bercorak batik yang dia kenakan saat itu.

“Kita siap untuk transparan. Tahun 2014-2018 itu sudah diaudit oleh eksternal. 2019 sudah mulai rapi. Di situ terlihat semua anggaran digunakan untuk apa,” kata Dewan Pembina Yapertib, Solichul Hadi Ahmad Bakri.

Mahasiswa menyebut banyak proposal kegiatan yang ditolak, bahkan BEM dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) lainnya kini belum bisa melakukan reorganisasi. Namun Solichul mengatakan telah menyediakan anggaran.

“Anggaran itu ada. Tapi selama COVID-19 ini apa ada kegiatan?” ujarnya.

Untuk dosen dan karyawan pun demikian. Solichul memastikan pihaknya telah membayar gaji secara penuh dan tepat waktu.

“Namun memang karena masalah COVID-19, kita memang terpaksa menghilangkan tambahan jam mengajar dan lain-lain. Tapi kita bersyukur tidak merumahkan pegawai, karena di perguruan tinggi lain sudah melakukan itu,” kata Solichul.

Menjawab tudingan nepotisme, Solichul menegaskan baru memasukkan anaknya ke dalam yayasan belum ada satu tahun. Itu pun sifatnya sementara.

Menurutnya, kondisi keuangan Uniba sejak beberapa tahun terakhir sudah carut marut. Anaknya diminta untuk membantu memperbaiki kondisi itu.

“Dalam empat bulan kita kebut laporan keuangan 2014-2019 dan selesai. Karena ini yayasan wakaf, saya merasa harus segera melaporkan anggaran ini, maka saya minta anak saya membantu,” katanya.

Baca Juga :  Heboh Pernyataan Wakil Walikota Solo Setelah Jumpa Jokowi

Yapertib mengaku siap untuk bertemu dengan aliansi mahasiswa dan pegawai Uniba. Menurutnya, Kapolsek Laweyan pun telah menginisiasi mediasi agar masalah dapat diselesaikan.

“Kami sudah dimintai keterangan Kapolsek, lalu akan difasilitasi mediasi. Kami besok pun siap, kami hargai usaha kapolsek,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, massa yang terdiri dari mahasiswa dan civitas kampus Universitas Islam Batik (Uniba) Solo berunjuk rasa, Selasa (30/6). Protes dilayangkan kepada pengurus yayasan, salah satunya terkait pendanaan organisasi mahasiswa.

“Aksi kami dilakukan sejak sekretariat bersama (sekber) dirobohkan, organisasi mahasiswa dibiarkan tanpa pendanaan, ajang kreativitas mahasiswa dibatasi,” ujar koordinator aksi, Muhammad Hanif, kepada wartawan di kampus Uniba, Jalan Agus Salim, Solo, Selasa (30/6).

Dalam aksi itu, Rektor Uniba Dr Pramono ikut berorasi. Pramono menyatakan mundur dan melepas seragam Uniba Solo bercorak batik yang dia kenakan saat itu.

“Sehingga hari ini mahasiswa dan rektorat turun ke jalan karena kekecewaan yang sudah terjadi begitu lama,” serunya.

“Saya selalu Rektor merasa gagal dan saya menyatakan sikap hari ini menyatakan mundur dari kampus,” kata Pramono kemudian melepas kemeja batiknya.

__Terbit pada
01/07/2020
__Kategori
Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds