Lifestyle

Air Garam Untuk Atasi Masuk Angin

AKTAINDONESIA.COM – DOKTER di Inggris merekomendasikan berkumur dengan air garam untuk memulihkan diri dari masuk angin (salesma). Selain berkumur, dokter dari The Edinburgh and Lothians Viral Intervention Study (ELVIS) juga merekomendasikan menghirup air garam bila disertai kesulitan bernapas.

Sel tubuh ternyata menggunakan kandungan klorida dalam air garam untuk memproduksi hypochlorous acid (HOCI). Senyawa HOCI adalah bahan aktif antivirus yang biasa digunakan dalam larutan pemutih (bleach). Jumlah rata-rata virus terbukti bisa menurun dalam tubuh responden selama 5 hari penelitian.

“Berkumur dengan air garam sempat menjadi rekomendasi dari para dokter umum di Inggris hingga Perang Dunia I. Manfaat air garam menjadi sekadar dongeng setelah penemuan antibiotik. Dalam riset awalan ini, berkumur air garam terbukti mengurangi durasi infeksi saluran pernapasan atas, penggunaan obat-obatan bebas, risiko penyakit lain dalam rumah tangga,” kata ahli virus Sandeep Ramalingam dikutip dari Daily Mail.

Riset ini melibatkan 61 responden yang semuanya mengonfirmasi gejala masuk angin. Sebanyak 30 responden diminta menghirup air garam, dengan menambahkan 3 gram garam laut Cornish ke dalam 100 mililiter air mendidih. Air garam terdiri atas 30 gram garam laut Cornish yang dimasukkan dalam 100 militer air mendidih. Larutan garam dihirup sebanyak 3 kali dengan membuka salah satu lubang hidung dan menutup yang lain. Sedangkan 31 respoden lain tidak menerapkan perlakuan apa pun menghadapi masuk angin.

Hasilnya, masuk angin pada responden yang kumur air garam pulih 1,9 hari lebih cepat. Hidung mampet terasa lebih lega 2,7 hari lebih cepat daripada responden yang tidak melakukan apapun hingga menjadi pilek. Bersin-bersih berakhir 1,5 hari lebih cepat dan batuk terasa lenih ringan 2,4 hari lebih cepat. Penggunaan air garam juga mengurangi jumlah virus dan mengurangi risiko infeksi, yang diketahui dengan mengukur jumlah virus melalui lendir di permukaan hidung.

Dengan hasil riset ini, Ramalingam menyarankan masyarakat mempertimbangkan berkumur dengan air garam bila mengalami masuk angin. Hasil riset telah dimuat dalam jurnal Scientific Reports. Saat ini, peneliti tengah menggagas kelanjutan studi untuk melihat dampak berkumur air garam pada anak. Peneliti berharap bisa merekrut 480 responden anak beserta orangtuanya.

Terkait larutan garam yang digunakan, ELVIS tak menetapkan dosis tertentu. Namun air yang digunakan harus mendidih, wadah harus bersih, dan tetap merasa nyaman. Air garam yang dihirup lewat hidung jangan sampai tertelan, serta dikeluarkan kembali melalui jalur yang sama atau mulut. Menghirup atau berkumur air garam bisa dilakukan beberapa kali bergantung dari kondisi penyakit dan kenyamanan pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *