Hukrim

Adi Sekap dan Aniaya Janda Cantik di Apartemen

AKTAINDONESIA.COM, MAKASSAR – ADI (38) ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Polrestabes Makassar. Pria asal Kabupaten Wajo, Sengkang, Sulawesi Selatan ini diduga menyekap, menganiaya, dan mengancam SN, seorang janda asal Bandung, Jawa Barat.

Kasubnit 1 unit V Reskrim Polrestabes Makassar Ipda Bintang Cahya Sakti mengatakan, alasan tersangka menyekap SN adalah cemburu karena korban punya pacar baru.

“Tersangka dan korban memang pernah berpacaran, tapi sudah putus November lalu,” ungkap Bintang saat ditemui di Mapolrestabes Makassar, Sabtu (8/12/2018) siang.

Adi yang bekerja sebagai buruh harian, memang punya hubungan asmara dengan SN sejak 2016. Adi mengenal SN di Kota Bandung dan mengajaknya ke Makassar.

Seiring berjalannya waktu, SN diterima di sebuah perusahan swasta di Makassar. Hubungan mereka sering bermasalah, lantaran keduanya cekcok di sosmed.

Pada November 2018, kata Ipda Bintang, SN memutuskan Adi karena pria itu diduga berselingkuh. Di sisi lain, Adi memergoki SN punya teman lelaki.

“Ini soal hubungan asmara mereka, tapi karena tersangka tidak mau korbannya punya pacar, maka dugaan penyekapan itu mulai dari Rabu lalu,” jelas Bintang.

Adi diduga menyekap SN di dalam kamar apartemen mewah di Jalan Bolevard, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, sejak Rabu (5/12/2018) lalu.

Kasus penyekapan ini terbongkar saat petugas Bhabinkamtibmas Mapolsek Panakkukang, Jumat (7/12/2017) pagi, menggeledah apartemen itu.

Adi diduga menyekap SN di lantai 23 gedung apartemen. Tapi Adi, menolak disebut melakukan penyekapan.

“Kata tersangka, korban ini tepergok selingkuh dan sebaliknya. Jadi motifnya asmara karena Adi tidak terima korban punya pacar baru,” papar Bintang.

Adi terancam tiga pasal karena telah mengancam korban, lalu menyekap korban di tempat kerja, kemudian melakukan penganiayaan.

Baca Juga :  Sepinya Malam Pergantian Tahun di Pantai Losari

Kata Ipda Bintang, hasil pemeriksaan sementara. SN mengalami luka-luka pada bagian tangannya, dan luka benturan benda tumpul di kakinya.

“Hasil visumnya memang baru keluar dua sampai tiga hari ke depan, tapi dari kasat mata luka itu terlihat jelas. Itu juga keterangan dokter,” jelas Ipda Bintang.

Polisi menjerat Adi dengan pasal 33 penyekapan, pasal 335 pengancaman, dan serta pasal 35 ayat 1 penganiayaan, dengan ancaman penjara selama delapan tahun.

Sumber: Tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *