Ada Warga Miskin di Riau Tak Tersentuh Bantuan, Termasuk BLT

AKTAINDONESIA.COM, RENGAT — Satu keluarga warga Dusun ll RT ll Desa Lambang Sari 1,2 dan 3, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau hidup dalam kondisi serba kekurangan. Keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dengan 4 anak dan satu anak nya mengalami cacat

Satu keluarga tersebut yakni Yanto (58) dan anaknya yang cacat Yog Dharma Liansyah (21). Anaknya Yanto menderita cacat kaki sejak 3 tahun yang lalu,

Anehnya, meskipun Yanto dan anak nya cacat hidup dalam serba kekurangan, namun mereka tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Baik itu jaminan kesehatan masyarakat, untuk orang miskin (Jamkesmas), atau bantuan uang orang miskin, dari pemerintah pusat, berupa Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS).

Dan bahkan bantuan sosial (Bansos) Pandemi covid-19 mereka pun tidak dapat bantuan tersebut. Baik bantuan dari Kemensos maupun bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD).

Yanto kepada Redaksi inforiau.net mengungkapkan,” Sudah lebih kurang 2 tahun tinggal di Desa Lambang Sari 1,2 dan 3, dan selama tinggal di sini tidak perna mendapat bantuan dari pemerintah daerah baik pun dari pemerintah desa.

Dan bahkan sekarang ini warga pada mendapat bantuan Bansos pandemi, baik itu bantuan dari Kemensos mau pun dari BLT DD, saya tidak dapat.

Alasan pihak desa, Bantuan Bansos Kemensos itu data dari pusat, kalau alasan bantuan BLT-DD, karena waktu datang atau masuk ke desa ini tidak melapor.

Padahal waktu saya masuk ke desa ini sudah melapor kepada RT dan kepala dusun, dan bahkan saya pun serahkan foto kopi KTP, KK dan Surat nikah walaupun saya ini nikah siri, nikah siri kan ada juga suratnya.

Baca Juga :  Dinsos Jelaskan Keterlambatan Penyaluran BST

Kalau kami di sebutkan kades tidak terdata, berarti kami ini pendatang haram.”sebut Yanto.

Sambung Yanto, disini ini kalau ada bantuan itu sistimnya golongan.

Kalaupun ada bantuan yang kami dapat itu dari pihak pribadi, yang namanya dari pemerintah belum perna menirima sejak tinggal di desa ini,”uangkapnya.

Ditanya sejak kapan anak nya sakit, Anak saya Yog Dharma Liansyah sudah lebih kurang 3 tahun. sekarang ini meranjak umur 21, dia kenak sakit pas naik kelas 5 SD.

Dan sejak 3 tahun ini dia tidak bisa apa apa, kalau mau duduk atau mau baring, ya kita dudukkan dan kita baringkan.

Harapan kami, ya ada perhatian dari pemerintah,”singkatnya.

Sementara itu, Kades Lambang Sari 1,2 dan 3, Ahmadi saat dikonfirmasi mengatakan,” Dia bukan warga kami, yang kedua dia tidak lapor dan kami pun tidak bisa memasukan kalau bukan KK desa kami.

Karena kalau tidak KK desa sini bagaimana pertanggungjawaban SPJ nya,”terang Kades.

Ditanya, bawah sesuai aturan Presiden bawah warga yang tidak punya KTP ataupun KK bisa menerima bantuan BTL-DD dengan sarat orang itu sudah tinggal 5 bulan atau 1 tahun di desa tersebut, Kami belum punya juklis nya, jawab Kades.

Kami juklis nya dari PMD, dan harus KK dari desa kami, dari mana kami bisa keluarkan uang tanpa ada KK dari desa kami. Masa iya KK dari Kembang Harum saya keluarkan uang, kan lucu itu.

Yang kami pertanggujawabkan itu KTP dan KK nya itu harus KTP dan KK desa kami.

Kalau bantuan dari Kemensos itu yang data dari Kementerian dan kami tidak tahu dan itu data tahun 2011.

Kalau dana BLT-DD kami sudah rapat dan duduk bersama tim gugus tugas covid-19 desa dan bahkan sudah 3 kali rapat.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas Polsek Seberida Inhu Riau Evakuasi Warga Yang Korban Banjir Bandang

Kalau itu di ajukan, kami bisa kenak sandra nanti, karena dia bukan asli warga desa kami. karena KK nya bukan dari desa kami.”singkat Kades.

Sementar, Camat Lirik Sani S. S.sos, Intinya semua bantuan itu harus punya Nik, kalau dia belum punya Nik, dan kalau nikah siri KK tetap dikeluarkan orang capil.

Kalau betul betul dia terdampak miskin, mungkin bisa di bantu dari bantuan BLT DD,”pungkas Camat,**HR

__Terbit pada
10/06/2020
__Kategori
Info Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PropellerAds