Lifestyle

6 Tips Tepat Hadapi Anak yang Sedang Marah

AKTAINDONESIA.COM – RASA KESAL, kecewa, sebal merupakan sebagian dari berbagai penyebab kemarahan timbul. Rasa marah merupakan luapan sebuah perasaan dari kekecewaan.

PropellerAds
Loading...

Semua orang terkadang melakukan hal tersebut ketika perasaannya sedang sensitif. Biasanya ditimbulkan karena ada sebuah permasalahan dalam dirinya.

Rasa marah juga biasanya sering terjadi pada anak – anak. Sebagian orang tua sering kali merasa kebingungan ketika anaknya sedang marah.

Sebagian juga ada yang ikut kesal karena merasa risih ketika sang anak selalu marah. Ternyata dalam menghadapi anak yang sedang marah tidaklah boleh sembarangan.

Penelitian terbaru mengenai otak mengatakan, emosi didapatkan dari otak kanan, biasanya dihadapi oleh logika yang cenderung berasal dari otak kiri. Sisi-sisi yang berlawanan dari otak ini tidak bisa bekerja dengan baik pada anak-anak.

“Ketika Anda belajar cara mengenali emosi tertentu, kedua sisi otak dapat bekerja bersama” isi dari penelitian tersebut dikutip dari ADDitudeMag. Mengetahui hal tersebut maka ada beberapa cara untuk menghadapi seorang anak yang sedang marah secara psikologi.

1. Memahami kondisi anak

Ketika anak sedang marah, maka ada permasalahan yang menimbulkan perasaannya menggejolak. Marah disebabkan dari emosi yang memuncak dan berakhir pada sebuah luapan ekspresi yang terkadang susah untuk dikendalikan.

Untuk itu, orang tua perlu menyadari luapan buruk itu timbul bukan dari sang anak, melainkan emosi yang tidak tertahan. Orang tua juga perlu memahami kondisi sang anak agar bisa membuatnya nyaman ketika marah.

2. Jangan mendiamkan

Jangan mendiamkan atau mengabaikan ketika anak marah. Tinggalkanlah sejenak pekerjaanmu. Duduk disampingnya dan biarkan dia meluapkan perasaannya.

Pada dasarnya, seorang anak akan terbuka tentang perasaannya ketika dia sudah mulai merasa didengarkan. Berusahalah untuk menjadi telinganya. Ketika sang anak sudah terbuka, disitu kesempatan orang tua memahami permasalahan dan mengarahkan.

3. Tenangkan diri anda

Cobalah membiasakan untuk membuat diri merasa tenang terlebih dahulu sebelum menghadapi anak yang sedang marah. Jernihkan pikiran anda, karena anda sedang ingin berusaha untuk merangkul emosi dari sang anak. Sehingga anda bisa menghadapinya dengan perasaan yang tenang.

4. Hindari perasaan kesal dan marah

Ketika anak sedang marah, umumnya orang tua akan ikut merasa marah karena rasa risih terhadap seorang anak yang rewel. Hindari perasaan seperti ini. Karena ketika anda ikut merasa emosi sebenarnya anda sedang dalam posisi yang bertentangan dengan sang anak. Rasa marah akan lebih dominan dibandingkan anda meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan sang anak.

5. Respon marah anak dengan ekspresi dan bahasa yang perduli

Selain mendengarkan, anda juga perlu meresponnya untuk semakin membuatnya nyaman dan merasa bahwa anda perduli dan dipihaknya. Usahakanlah untuk mengekspresikan wajah yang sesuai dengan apa yang anak rasakan. Biasakan juga untuk selalu merespon dengan bahasa yang peduli seperti, owalah, yaampun, sungguh?, heemm, dan sebagainya.

6. Nasehatinya dengan bahasa yang konstruktif

Ketika anak sedang mempunyai masalah, cobalah untuk menenangkan dan menasehatinya dengan perkataan membangun. Jauhilah perkataan yang mengucilkannya.

Contoh, ketika anak sedang mengeluh dalam mengerjakan tugas, jangan katakan “ini sangat gampang, masa tidak bisa mengerjakan”, tapi katakan “mungkin kamu ingin jawaban yang sempurna sehingga kamu sangat berfikir dan takut salah”.

 

 

republika.co.id

Loading...
Baca Juga :  4 Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *